Advertorial

Sebab Pasang AC Tak Boleh Sembarangan, Daikin Latih SMK dan BLK di Indonesia

Kompas.com - 05/04/2020, 12:11 WIB
Daikin bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bersama dalam menyelenggarakan peningkatan kompetensi bidang teknik pendingin di SMK, pada (25/07/2019). Dok.DaikinDaikin bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bersama dalam menyelenggarakan peningkatan kompetensi bidang teknik pendingin di SMK, pada (25/07/2019).

Penggunaan air conditioner (AC), kini sudah menjadi kebutuhan primer. Baik dalam rumah tangga ataupun komersial, semua menggunakan AC untuk mendinginkan ruangan.

Satu hal yang perlu diperhatikan saat pemasangan AC adalah apakah teknisi yang memasang sudah berkualifikasi? Ini yang terkadang luput dari perhatian banyak orang, termasuk Anda.

Saat membeli AC di toko elektronik terdekat, biasanya sekaligus dengan biaya instalasi dan pemasangannya. Jika sedang beruntung, Anda akan mendapatkan teknisi yang telah bersertifikasi.

Namun, jika tidak beruntung, bukannya ruangan menjadi sejuk, justru Anda harus membongkar dan mencari jasa teknisi lain karena salah pemasangan AC. Biaya yang dikeluarkan menjadi ekstra.

Padahal, dengan semakin berkembangnya bangunan komersial di Indonesia, seperti kantor, sekolah, rumah sakit, dan mal, profesi sebagai teknisi AC sangat dibutuhkan. Bukannya masalah jumlah tenaga kerja, tetapi mengenai kualitas pekerjaannya.

Ada banyak kasus di mana installer belajar langsung di lapangan tanpa mendapatkan pendidikan formal dari lembaga atau sekolah yang berkualitas. Inilah yang menjadi tantangan baik bagi Daikin ataupun produsen AC di Indonesia.

Maka dari itu, sebagai merek AC Jepang ternama, Daikin merasa perlu untuk melatih skill para teknisi AC. Dimulai pada 2013, Daikin telah melakukan banyak pelatihan untuk teknisi lapangan.

Workshop Pelatihan Okupasi dan Uji Kompetensi Teknisi AC yang diadakan Daikin di Medan.Dok.Daikin Workshop Pelatihan Okupasi dan Uji Kompetensi Teknisi AC yang diadakan Daikin di Medan.

Namun, baru pada 2018, Daikin mendirikan Pusat Pelatihan Nasional yang pertama di Jakarta Utara. Pusat pelatihan ini sudah terdaftar sebagai tempat ujian kompetensi dari Lembaga Sertifikat Profesi Teknik Pendingin dan Tata Udara (LSP-TPTU).

Dilengkapi dengan fasilitas pelatihan paling komprehensif di bidang pendingin udara, pusat pelatihan ini telah melatih lebih dari 10.000 peserta.

Keseriusan Daikin untuk memajukan teknisi AC di Indonesia juga dibuktikan dengan berkolaborasinya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 2019, dalam penyelenggaraan peningkatan kompetensi bidang teknik pendingin dan tata udara di sekolah menengah kejuruan (SMK) seluruh Indonesia.

Daikin menyasar SMK karena sekolah merupakan sumber utama untuk masa depan Indonesia. Daikin bersama dengan pihak kementerian dan guru-guru SMK ingin mempersiapkan generasi masa depan Indonesia, melatih mereka, dan mempersiapkan untuk situasi aktual di lapangan agar bisa menangani berbagai jenis produk AC secara profesional.

Salah satu siswa SMK peserta pelatihan sedang menjajal sendiri proses pemasangan AC.Dok. Daikin Salah satu siswa SMK peserta pelatihan sedang menjajal sendiri proses pemasangan AC.

Sebanyak 29 SMK pun telah menandatangani nota kesepakatan bersama Daikin. Salah satunya di SMKN 29 Jakarta, pada (26/02/2020), diadakan pelatihan mengenai material dasar AC. Acara tersebut diikuti oleh 75 siswa yang antusias.

Sejak 2019, tak hanya SMK saja, Daikin juga membuka kerja sama dengan beberapa Balai Latihan Kerja (BLK). Tak hanya di Jakarta, Daikin juga melakukan pelatihan ke berbagai kota di Indonesia, seperti Jember, Surabaya, Medan, hingga Kalimantan Selatan.

Pada pertengahan tahun ini juga, Daikin tengah merencanakan pelatihan untuk BLK yang berada di Ende-NTT. Informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dari Daikin, silakan klik di sini.