Advertorial

Pelaku UMKM Inspiratif di Tengah Pandemi yang Membuka Usaha Delivery Telur untuk Bertahan Hidup

Kompas.com - 13/04/2020, 20:25 WIB

Seorang karyawan swasta di Bali, melakukan langkah inspiratif dalam menghadapi masa-masa pandemik Covid-19. Ia banting setir menjadi pengusaha telur delivery agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga. 

Wayan Bagiana, seorang karyawan swasta di bidang periklanan asal Sanur, Bali ini dirumahkan pasca Covid-19 mewabah. Setelah dirumahkan, Wayan yang tidak dapat penghasilan mencoba peruntungannya dengan berjualan telur ayam dengan sistem antar. 

Usaha yang semula dijalankan hanya dengan niat untuk bertahan hidup ini ternyata membuahkan hasil yang tidak disangka-sangka. Karena kebijakan physical distancing, banyak masyarakat yang memilih untuk terus di rumah dan menjadikan usaha Wayan sebagai sumber untuk mendapatkan telur. 

Wayan memberanikan diri untuk meminjam uang sebagai modal usaha kepada kerabat-kerabatnya agar dapat memulai bisnisnya. Mulanya ia mencoba menjual telur sebanyak 160 krat dengan hitungan 1 krat berisi 30 butir telur. 

Tiap 1 krat telur Wayan mematok harga sebesar Rp 38. Tak disangka, karena permintaan yang besar pada saat pandemik, 160 krat telur habis terjual dalam waktu setengah hari saja. Bisnis yang awalnya diniatkan untuk bertahan hidup ini ternyata mengalami peningkatan setiap harinya. 

Atas dasar itu, Ia akhirnya memberanikan diri untuk menambah persediaan telurnya agar dapat memenuhi permintaan yang besar akan telur ayam. Namun, karena wabah pandemik yang sedang berlangsung ternyata membuat pasokan telur ayam sulit didapat. 

Melihat kendala tersebut, Corporate Secretary Bank BRI Amam Sukriyanto menyampaikan, BRI telah mengunjungi rumah Wayan untuk berkomunikasi secara langsung sekaligus memberikan pendampingan dengan menghubungkan Wayan dengan beberapa peternak ayam yang sudah lama menjadi nasabah BRI. 

“Dengan tersambung nya beberapa akses informasi penyedia telur, harapan Kami, Wayan bisa mendapatkan pasokan telur sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggannya yang semakin bertambah. Tentunya, usahanya juga semakin berkembang,” tambah Amam. 

Dalam sambungan telepon, Wayan mengungkapkan bahwa banyak permintaan barang pokok selain telur dari para pelanggannya, sehingga Dia berencana untuk menambah jenis barang yang akan dijual, seperti beras dan gula. 

Dia juga menyampaikan, masyarakat lebih nyaman untuk berbelanja dari rumah dan minta barang diantarkan secara langsung. 

“Sebagai bentuk komitmen BRI dalam memberdayakan pelaku UMKM, Kami tidak hanya memberikan layanan pendampingan usahanya saja, namun BRI juga mempertimbangkan Wayan untuk menjadi mitra Agen BRILink. Dengan begitu, Wayan bisa mendapatkan pendapatan tambahan dengan memberikan layanan perbankan kepada pelanggannya ketika mengantarkan telur atau barang pesanan lainnya,” pungkas Amam.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau