Advertorial

Turut Cegah dan Tanggulangi Covid-19, Pertamina EP Libatkan UMKM Mitra Binaan dalam Penyaluran Bantuan

Kompas.com - 28/04/2020, 13:30 WIB
Penyerahan bantuan penanggulangan Covid-19 dari Pertamina EP. Dok. Pertamina EPPenyerahan bantuan penanggulangan Covid-19 dari Pertamina EP.

KOMPAS.com – PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), telah menyalurkan bantuan penanggulangan Covid-19 senilai Rp2 miliar ke sembilan provinsi di Indonesia.

Bantuan tersebut antara lain berupa alat perlindungan diri (APD), hand sanitizer, paket disinfektan, masker, paket sembako, dan paket alat pendukung kesehatan.

Public Relations Manager Pertamina EP, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan hingga 21 April 2020, pihaknya telah memberikan bantuan 5.915 hand sanitizer berbagai ukuran dari 50 mililiter hingga 5 liter, 189 paket disinfektan beserta peralatannya, 24.725 masker, dan 4.501 berbagai jenis APD.

“(Juga) 2.414 paket sembako, termasuk vitamin, susu, dan jamu herbal, serta 78 paket alat pendukung kesehatan, termasuk termometer dan media sosialisasi spanduk himbauan,” imbuh Hermansyah di Jakarta, Sabtu (25/04/2020).

Bantuan tersebut diberikan ke rumah sakit rujukan, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat terdampak Covid-19.

Selain itu, Pertamina EP juga melibatkan mitra binaan progam CSR perusahaan dalam penyediaan produk bantuan. Contohnya bantuan kepada PT Pertamina Medika IHC pada Selasa (21/04/2020) lalu.

Dalam menyediakan bantuan APD untuk Rumah Sakit Pertamina Jaya dan Klinik Pertamina Sinabung Jakara milik Pertamedika IHC, Pertamina EP melibatkan LKP Assholahiyah Karawang yang merupakan binaan Pertamina EP Asset 3 Subang Field.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Koordinator LKP Assholahiyah Karawang, Siti Marini, menjelaskan APD yang mereka produksi mengikuti spesifikasi dan bahan yang disyaratkan untuk digunakan tenaga medis sehingga kualitas dan keamanannya terjamin.

“Alhamdulillah, kami kebanjiran order. Tidak hanya dari Karawang, tapi juga dari Pertamina Group dan instansi lain,” imbuh Siti.

Pelibatan mitra binaan program CSR juga dilakukan Pertamina EP Asset 1 Jambi Field. Pertamina EP di Jambi melibatkan Kelompok Batik Serumpun Berlian untuk memproduksi masker batik.

Tinah, koordinator kelompok batik tersebut, menjelaskan, selama pandemi Covid-19, pesanan bahan maupun pakaian turun. Oleh karena itu, Kelompok Batik Serumpun Berlian mengubah produksi pakaian menjadi masker kain.

“Berkat anjuran pemerintah menggunakan masker kain, kami ubah bahan batik yang diproduksi menjadi masker kain berbagai macam motif khas Jambi yang aman dan nyaman digunakan,” katanya.

Sejumlah UMKM mitra binaan program CSR Pertamina EP lain juga turut berpartisipasi dalam pencegahan Covid-19. Mitra binaan tersebut di antaranya masker kain Saripah Aini melalui Galeri Ajang Ambe di Rantau Field, masker kain Nur Jannah melalui Kelompok Serasi di Pangkalan Susu Field.

Ada pula Obat Herbal Ruth Berliana melalui Kelompok Toga Lestari di Ramba Field, masker kain Pancasunu melalui Kelompok Batik Pratiwi Krajan di Cepu Field, dan lain sebagainya.

Hermansyah berharap bantuan dari Pertamina EP bisa bermanfaat bagi tenaga medis. Selain itu, bantuan diharapkan dapat pula memotivasi semangat tenaga medis untuk bekerja secara maksimal.

“Tentunya, ini juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi pandemi, khususnya kepada para pejuang tenaga kesehatan yang mendedikasikan diri untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selain ke rumah sakit dan klinik milik Pertamedika IHC, Pertamina EP juga memberikan bantuan 300 baju hazmat disposable kepada RSUD Kota Bandung.

Direktur Utama RSUD Kota Bandung, Mulyadi, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pemberian bantuan tersebut. Bantuan itu sendiri diterima oleh Kepala Bagian Umum RSUD Kota Bandung, Supratman, dan Kepala Seksi Penunjang Diagnostik Terapi RSUD Kota Bandung pada Jumat (17/04/2020) siang.

Mulyadi menjelaskan, RSUD Kota Bandung telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 13 April 2020. Oleh karena itu, RSUD Kota Bandung akan terus membutuhkan APD.

“Kami berharap semua APD ini akan selalu bisa terpenuhi,” ujarnya.