Advertorial

Bantu Kurangi Penyebaran Virus Corona, Pabrik Tekstil Pan Brothers Produksi Masker Sejak Awal Maret

Kompas.com - 28/04/2020, 13:36 WIB
Pabrik tekstil Pan Brothers kini juga memproduksi masker selama masa pandemi Covid-19. Dok. WartaKotaLive.com/Angga Bhagya NugrahaPabrik tekstil Pan Brothers kini juga memproduksi masker selama masa pandemi Covid-19.

Banyak hal berubah selama masa pandemi covid-19 melanda dunia. Begitu pula di Indonesia yang merasakan dampak dari virus mematikan yang berasal dari Wuhan, China ini.

Salah satu yang merasakan perubahan karena virus ini adalah pabrik tekstil Pan Brothers. Perusahaan eksportir garmen ini, kini menjadi salah satu perusahaan yang memasok alat pelindung diri (APD) untuk kebutuhan medis di Indonesia.

Dilansir dari wawancara ekslusif WartaKotaLive.com, Tribunnews.com Network dengan Vice Chief Executive Officer PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto, sebelum masa pandemi, sebanyak 25 pabrik Pan Brothers di Indonesia selalu sibuk dalam pembuatan outer-wear dan lifestyle untuk diekspor, sejak bulan Maret perusahaan ini sibuk membuat masker.

Anne menceritakan pada awalnya, Pan Brothers membuat masker untuk kebutuhan para pekerjanya. Namun, setelah itu ternyata ada permintaan masker dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Kemudian, melalui Asosiaso Pertekstilan Indonesia (API) akhirnya Pan Brothers menyumbang 100 masker sebagai bentuk CSR kepada PMI.

“Berangkat dari situ ternyata ada permintaan dari retail kami dibuatkan masker untuk item mereka. Akhirnya awal Maret itu, kami tambah satu divisi khusus di perusahaan kami yakni divisi masker,” ujar Anne.

Hingga saat ini, Pan Brothers telah memproduksi 10 juta masker yang terdiri dari tiga tipe masker. Tipe pertama merupakan masker kain biasa sudah beredar di pasaran, sedangkan untuk tipe dua merupakan masker tiga lapis atau 3ply.

Tipe ketiga merupakan masker yang sudah disemprot dengan cairan kimia yang ramah terhadap tubuh. Cairan tersebut dipercaya dapat menangkar virus corona ketika virus virus bersentuhan dengan kain.

Masker tipe tiga kini sedang dalam tahap sertifikasi dari Kementerian Perindustrian. Namun, tidak semua jenis kain bisa digunakan.

“Kain jenis tertentu, tetapi melalui tahapan, disemprotkan zat kimia tertentu, untuk menjadikan masker anti-virus,” terang Anne.

Vice Chief Executive Officer PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto.Dok. WartaKotaLive.com/Angga Bhagya Nugraha Vice Chief Executive Officer PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto.

Permintaan akan masker produksi Pan Brothers tak hanya datang dari Indonesia. Amerika Serikat, Singapura, India, Jepang, Timur Tengah, dan negeri China sendiri sudah mulai memesan masker.

Namun, Anne memastikan untuk tetap mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

“Jadi 80 persen kebutuhan domestik dan 20 persen ekspor. kami menargetkan membuat 100 juta masker sampai Juli 2020 mendatang untuk Indonesia dan dunia. Bahkan bisa juga mencapai 300 juta masker,” ucapnya.

Selain memproduksi masker, Pan Brothers juga memporoduksi pakaian hazmat untuk para petugas medis. Hal ini tak lepas dari kepedulian perusahaan untuk membantu pemerintah untuk menyelesaikan wabah corona secara cepat.

Anne juga yakin bahwa Indonesia mampu memproduksi masker sebagai APD sebanyak mungkin dengan kualitas yang baik. Bahkan untuk bahan baku, seperti ketersediaan benang dan kain.

Menurutnya Indonesia sudah sangat cukup untuk kapasitas produksi dalam negeri. Hanya saja untuk cairan kimia dan cotton rolls atau kapasnya memang masih butuh impor dari negara lain.

“Tentu saja untuk soal kuantias dan kualitas kita, Indonesia mampu memproduksi APD sendiri. Kualitas kita juga sudah diakui negara lain dan dapat bersaing dengan masker dari negara-negara maju,” ujarnya.