Advertorial

Badan Sehat, Dompet Sehat. Begini Cara Atur Keuangan di Masa Pandemi Corona

Kompas.com - 30/04/2020, 13:16 WIB
Ilustrasi jaga kesehatan badan dan dompet. Dok. KredivoIlustrasi jaga kesehatan badan dan dompet.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa wabah pandemi corona yang sudah mendunia ini sangat mempengaruhi keuangan banyak orang.

Bagaimana tidak, mengubah rutinitas serta mengadopsi gaya hidup baru otomatis membuat Anda harus mengatur ulang pengeluaran dengan banyak kemungkinan.

Oleh karena itu, jangan hanya kesehatan saja yang diberi perhatian lebih ketika wabah corona menyerang Indonesia, berilah perhatian yang lebih juga kepada kesehatan keuangan Anda saat ini.

Sebab, belum ada titik terang kapan pandemi corona akan berakhir, maka cara mengatur keuangan Anda pun perlu ditinjau ulang.

Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan Anda di tengah wabah corona seperti ini? Mari simak ulasan berikut.

Membuat catatan pengeluaran

Ilustrasi membuat catatan keuangan.Dok. Kredivo Ilustrasi membuat catatan keuangan.

Langkah pertama yang Anda lakukan adalah membuat catatan pengeluaran. Catatan ini meliputi pengeluaran pokok untuk kebutuhan sehari-hari hingga pengeluaran ekstra untuk keperluan rumah tangga.

Catatan ini berguna untuk mengatur atau menyesuaikan dana yang Anda miliki sekarang. Anda bisa memulainya dengan membuat catatan penghasilan yang didapat, kemudian buat catatan pengeluaran untuk tiga bulan ke depan.

Prioritaskan kebutuhan

Ilustrasi prioritas kebutuhan.Dok. Kredivo Ilustrasi prioritas kebutuhan.

Atur kembali skala prioritas dan potong anggaran yang sekiranya memang tidak perlu dan hanya untuk kepuasan belaka. Misalnya, prioritaskan kebutuhan pokok, kesehatan, cicilan jangka panjang seperti kredit rumah atau kendaraan serta tagihan bulanan yang memang sangat wajib untuk dibayar.

Potong anggaran yang tidak perlu dan alihkan ke hal mendesak lainnya. Misalnya anggaran untuk hiburan lebih baik dipotong dulu karena memang tidak perlu di tengah pandemi ini. Hentikan dulu program membership yang menuntut tagihan setiap bulan.

Tidak panic buying

Ilustrasi berbelanja.Dok. Kredivo Ilustrasi berbelanja.

Salah satu efek dari wabah corona adalah panic buying. Banyak orang yang berbondong-bondong ke supermarket untuk membeli kebutuhan pokok secara berlebihan karena takut tidak memiliki pasokan makanan yang cukup.

Perlu dipahami bahwa ini bukanlah solusi. Pemerintah telah memastikan bahwa pasokan makanan dan kebutuhan pokok rumah tangga tetap aman selama pandemi ini.

Anda juga tidak perlu pergi ke supermarket untuk belanja karena bisa memanfaatkan layanan online untuk memesan barang yang dibutuhkan.

Siapkan dana darurat

Ilustrasi dana darurat.Dok. Kredivo Ilustrasi dana darurat.

Tidak ada yang tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Bagi karyawan yang saat ini masih memiliki pekerjaan dan menerima gaji secara utuh, manfaatkan rezeki ini dengan sebaik-baiknya.

Sangat disarankan untuk memprioritaskan dan sesegera mungkin mengisi penuh pos dana darurat. Dalam kondisi normal, umumnya dana darurat disiapkan untuk menutupi biaya hidup atau pengeluaran selama 3 hingga 6 bulan.

Namun, bila Anda tidak mempunyai dana darurat dan mempunyai kebutuhan mendadak, seperti harus dirawat di rumah sakit atau bisnis sedang menurun sehingga tidak mempunyai pendapatan lebih, cobalah untuk mengajukan pinjaman uang online seperti Kredivo yang bisa membantu menstabilkan cash flow Anda.

Kredivo memiliki pinjaman uang online secara tunai maupun cicilan tanpa kartu di 350 lebih e-commerce di Indonesia dengan limit mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 30 juta. Suku bunganya hanya 2,95 persen per bulan dengan opsi tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan untuk pinjaman uang online secara tunai dan 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan untuk cicilan tanpa kartu.