Advertorial

Membantu Kelancaran Berbisnis saat PSBB, PrivyID Gratiskan Layanan Tanda Tangan Digital

Kompas.com - 06/05/2020, 19:41 WIB

Imbauan pemerintah pusat untuk melakukan physical distancing, demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang sedang menjadi pandemi global turut direspon oleh pemerintah daerah dengan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dimulainya PSBB yang dilakukan oleh beberapa provinsi, mengakibatkan perubahan sistem operasional perusahaan. Salah satunya, menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home. Selain pemindahan tempat bekerja dari kantor ke rumah, kebijakan ini juga membatasi jumlah penumpang di moda transportasi umum.

Perubahan sistem operasional perusahaan ini tentu membawa tantangan tersendiri bagi berbagai sektor bisnis, terutama bisnis yang dalam pengoperasiannya menandatangani berbagai dokumen.

Bertujuan untuk membantu perusahaan menjaga kelancaran proses berbisnis di tengah PSBB, perusahaan penyedia layanan tanda tangan digital PrivyID menggratiskan layanan akun Enterprise PrivyID hingga 31 Mei 2020.

Akun Enterprise PrivyID merupakan solusi pengelolaan dokumen elektronik yang dirancang untuk memudahkan proses bisnis perusahaan berbagai skala. Melalui akun Enterprise PrivyID, perusahaan dapat berbagi dan menandatangani dokumen elektronik tanpa perlu bertatap muka.

Program ini diharapkan dapat mendukung masyarakat Indonesia menjaga keberlangsungan bisnis mereka meski harus bekerja dari rumah.

Menurut CEO PrivyID, Marshall Pribadi, berharap layanannya dapat menjangkau banyak perusahaan di Indonesia. Sehingga program menggratiskan tanda tangan digital ini dapat membantu perusahaan-perusahaan untuk tetap memiliki ruang gerak operasional selama masa PSBB.

Bebas biaya pendaftaran akan diberikan bagi yang mendaftarkan perusahaannya melalui situs https://wfh.privy.id. Setelah itu, Akun Enterprise PrivyID yang telah sukses didaftarkan dapat diakses oleh 10 karyawan dan dapat digunakan untuk membagikan dan menandatangani dokumen internal secara digital tanpa batas.

Perusahaan juga akan mendapatkan 100 saldo untuk berbagi dokumen dan meminta tanda tangan elektronik dengan pihak eksternal tanpa biaya tambahan. Program ini berlaku bagi perusahaan yang belum pernah menggunakan layanan akun Enterprise PrivyID sebelumnya.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari program Indonesia Bergerak, sebuah gerakan kolaborasi antara startup binaan Telkom di bawah MDI Ventures.

Achmad Sugiarto, selaku Direktur Strategic Portofolio Telkom Indonesia mengatakan, bahwa teknologi mempunyai potensi untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

“Partisipasi PrivyID pada program Indonesia Bergerak merupakan salah satu solusi teknologi yang bisa digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya di tengah masa PSBB, tanpa harus datang dan berkumpul di kantor,” lanjutnya.

Adapun perusahaan startup yang berkolaborasi dalam Indonesia Bergerak antara lain Kata.ai yang menyediakan chat bot platform, Qiscus sebagai platform aplikasi chat untuk komunikasi internal organisasi, Volantis sebagai pengolah data (big data) yang menyajikan data persebaran COVID-19 serta Qlue yang menghadirkan fitur pelaporan warga.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau