Advertorial

Ingin Maksimalkan Potensi Anak? Simak 5 Tips Berikut Ini

Kompas.com - 21/05/2020, 23:07 WIB
Anak dapat meraih kesuksesan jika dapat memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya Dok. ShutterstockAnak dapat meraih kesuksesan jika dapat memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya

Menjadi orangtua adalah dambaan bagi setiap pasangan suami istri. Hadirnya anak di tengah-tengah hidup tentunya akan menjadi berkah dan memberikan warna dalam kehidupan berumah tangga. 

Akan tetapi, memiliki anak tentunya beriringan dengan tugas yang harus diemban sebagai orang tua. Di antara berbagai tugas yang diemban orangtua, mendidik anak untuk menjadi pribadi yang baik adalah salah satunya. 

Adapun dalam proses mendidik, orangtua perlu menemukan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki sang anak. Hal ini menjadi bagian penting agar anak dapat meraih kesuksesan di masa depan.

Lantas, apa yang dapat dilakukan orangtua untuk menemukan dan memaksimalkan potensi anak? Berikut adalah tipsnya. 

1. Habiskan banyak waktu bersama

Orangtua adalah guru pertama bagi anak. Apapun yang dilakukan orangtua akan menjadi contoh dan dapat mempengaruhi keputusan anak. 

Oleh karena itu, tingkatkanlah frekuensi waktu bersama anak agar dapat mengetahui hal-hal yang disukai olehnya. Anda pun dapat melakukan berbagai kegiatan bersama sebagai stimulus bagi anak agar dapat menemukan minat dan bakatnya. 

2. Berikan wawasan yang luas 

Wawasan yang luas akan memberikan anak banyak pandangan baru terhadap berbagai hal. Ini bisa membuka pikirannya terhadap hal-hal baru yang mungkin dapat membangkitkan minat dan bakat dalam dirinya. 

Misal, kenalkanlah dengan berbagai jenis aktivitas dan bidang ilmu seperti olahraga, musik, sains, atau sejarah. Siapa tahu ternyata sang anak memiliki bakat luar biasa di dunia musik klasik? 

3. Sediakan ruang untuk berekspresi 

Selama tidak terkait dengan hal-hal negatif, biarkan anak untuk bereksperimen dan mencoba berbagai hal agar semakin terbuka wawasannya. Berikanlah kesempatan dan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri dan kesukaannya. 

Jangan terlalu membatasi anak karena dapat mengurangi kesempatannya dalam menemukan minat dan bakatnya. Minat dan bakat adalah sesuatu yang terpendam, sehingga perlu digali dan dikembangkan bersama. 

4. Berikan dukungan positif

Setelah sang anak menemukan hal yang menjadi minat dan bakatnya, orangtua perlu memberikan dukungan positif agar mereka lebih percaya diri dan mengembangkan diri lebih jauh.

Hal sederhana seperti apresiasi dan pujian saat anak meraih prestasi di bidang yang menjadi minat dan bakatnya akan sangat berarti bagi mereka. Anda juga bisa memberi dukungan dengan menyediakan sarana terkait minat bakatnya. Misal, alat musik beserta kursusnya bagi anak yang menyukai musik tertentu.

5. Pilih sekolah yang tepat 

Tak hanya orangtua, sekolah sebagai institusi pendidikan pun berperan penting dalam pengembangan minat dan bakat anak. 

Selain mendidik secara akademik, sekolah juga harus mampu mengoptimalkan minat dan bakat anak. Hal ini dapat diwujudkan lewat rancangan kurikulum serta berbagai aktivitas yang dapat memotivasi anak agar dapat meraih potensi terbaik mereka. 

Jakarta Intercultural School (JIS) menjadi salah satu sekolah yang memahami betapa pentingnya mengembangkan minat dan bakat untuk memaksimalkan potensi anak. 

Terlebih, hal tersebut diterapkan JIS di setiap tingkat pendidikannya, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/early years) hingga tingkat SMA. 

Sejak tingkat early years hingga SD, JIS berfokus pada program-program eksploratif yang dapat membangun keinginan belajar pada anak. Hal ini akan mendorong anak untuk menggali dan menemukan minat dan bakatnya yang terpendam. 

Program tersebut pun melibatkan berbagai pilar penting seperti komunikasi dasar (literasi bahasa), pemikiran matematis untuk menyelesaikan masalah, musik dan seni tari, serta aktivitas fisik sebagai fondasi pembelajaran anak didiknya. 

Beranjak ke tingkat SMP dan SMA, JIS memberikan kesempatan pada anak untuk melatih kreativitasnya lewat kolaborasi bersama siswa lainnya. Hal ini membuat anak memiliki empati dan budaya partisipatif dalam proses pengembangan minat dan bakatnya. 

Terlebih, sekolah berstatus Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) ini memiliki nuansa multikultural yang kuat. Anak pun dapat memiliki wawasan mengenai kultur dunia yang lebih luas. 

Tak hanya pendidikan akademik, JIS pun menghadirkan rangkaian pilihan aktivitas non akademik seperti olahraga, musik, seni, kepemimpinan, hingga kegiatan sosial. Hal ini menjadi salah satu penunjang untuk memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri setiap anak. 

Rangkaian aktivitas tersebut juga ditunjang oleh berbagai fasilitas yang dihadirkan oleh JIS. Mulai dari tenaga pengajar dan instruktur berkompetensi tinggi, hingga infrastruktur mumpuni untuk kegiatan olahraga, seni, dan lain sebagainya. 

Pada akhirnya, orangtua dan institusi pendidikan sama-sama berperan penting untuk memaksimalkan potensi anak. Keduanya harus memberikan yang terbaik agar anak dapat menemukan dan mengasah minat dan bakatnya, demi mencapai kesuksesan di masa depan. 

Kunjungi halaman ini untuk informasi selengkapnya mengenai JIS.