Advertorial

Berinovasi, UMKM Binaan Pertamina Produksi Kebutuhan Penanggulangan Covid-19

Kompas.com - 24/05/2020, 18:24 WIB
Ilustrasi UMKM produksi masker non medis. ShutterstockIlustrasi UMKM produksi masker non medis.

KOMPAS.com - Adaptasi dan inovasi menjadi kunci Usaha Modal Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah pandemi. Oleh sebab itu, Pertamina terus mendorong mitra UMKM binaannya untuk melakukan kedua hal tersebut.

Semenjak pandemi Covid-19 memberi dampak nyata pada perekonomian nasional, Pertamina bersama Rumah Kreatif BUMN (RKB) memberdayakan 596 UMKM binaannya untuk membuat barang dan jasa yang dibutuhkan di tengah pandemi.

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) mengatakan saat ini UMKM binaan lebih banyak memproduksi multivitamin, produk herbal, madu, minuman kesehatan, sabun, hand sanitizer, disinfektan, hingga alat pelindung diri (APD).

Sementara di bidang jasa, UMKM binaannya ada yang diberdayakan untuk menyediakan jasa pengelasan untuk mendukung upaya pencegahan Covid-19.

“Sebanyak 420 UMKM mitra RKB Pertamina saat ini memproduksi barang dan jasa kebutuhan penanggulangan Covid-19. Sebanyak 176 UMKM binaan unggulan juga sudah diberdayakan agar bisa tetap produktif selama pandemi,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Ali, salah satu pengusaha UMKM binaan Pertamina mengatakan dorongan untuk beradaptasi dan berinovasi membantu usahanya terus berjalan.

“Kami memproduksi masker non medis yang sebenarnya bukan lini bisnis kami. Namun, alhamdulillah di masa pandemi ini, dengan adanya bantuan pesanan masker dan rekomendasi dari Pertamina kami bisa bertahan,” ujar Ali, mitra binaan Pertamina Region V Jatim Balinus.

Ali mengaku dengan beralih usaha selama pandemi UMKM Jocce miliknya, yang sebenarnya memproduksi sepatu kulit di masa normal, berhasil meraih omzet Rp 350 juta dalam dua bulan terakhir.

Senada dengan Ali, Dahrul Mabar pemilik UMKM Jahe Merah Cangkir Mas merasakan peningkatan omzet berkat dukungan Pertamina terhadap usahanya di masa pandemi.

Minuman herbal produksinya digunakan oleh Pertamina untuk kegiatan bantuan penanggulangan Covid-19 Pertamina Peduli. “Omzet bertambah 50 persen, senilai lebih dari Rp 100 juta. Padahal awalnya sempat khawatir bagaimana nasib usaha saat pandemi,” ujar Dahrul.

Hingga pertengahan Mei 2020, menurut Fajriyah Usman, nilai penjualan produk dan jasa UMKM mitra Pertamina dan binaan RKB telah menembus lebih dari Rp 4 miliar.

Secara rinci, penjualan produk dan jasa UMKM Mitra binaan dibawah RKB BUMN Pertamina sudah menyentuh angkat Rp 1,2 miliar. Sedangkan penjualan produk dan jasa UMKM mitra binaan Pertamina melalui program kemitraan telah mencapai lebih dari Rp 2,98 miliar. 

Pertamina memiliki mitra binaan unggulan yang tersebar di seluruh Indonesia dan dikoordinir oleh Pertamina Pemasaran atau Marketing Operation Region dan Pertamina Pengolahan atau Refinery Unit.

Untuk memperkuat kemitraan tersebut Pertamina mengaktifkan 29 Rumah Kreatif BUMN (RKB). Hingga saat ini, RKB telah membawahi 6.518 mitra binaan.

Rumah Kreatif BUMN merupakan kolaborasi BUMN dalam bentuk Digital Economy System. Rumah kreatif BUMN menjadi rumah bersama untuk berkumpul belajar dan membina para pelaku UKM Indonesia agar menjadi berkualitas.