Advertorial

Lawan Pandemi Covid-19, Indosat Ooredoo Salurkan Bantuan ke Berbagai Penjuru Indonesia

Kompas.com - 04/06/2020, 19:38 WIB
Indosat Ooredoo memberikan bantuan APD di Puskesmas Sukomulyo, Gresik, Jawa Timur. Dok. Indosat OoredooIndosat Ooredoo memberikan bantuan APD di Puskesmas Sukomulyo, Gresik, Jawa Timur.

Indosat Ooredoo memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) ke 300 puskesmas rujukan virus corona untuk membantu para tenaga medis yang bertugas di lini depan penanganan Covid-19. 

Selain itu, Indosat Ooredoo pun memberikan bantuan sembako dan wastafel portabel ke permukiman warga di wilayah Sumatera, Bogor, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Indosat Ooredoo dan BNPB. Pemberian bantuan ini berlangsung sejak 11-20 Mei 2020 silam. 

Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha mengatakan, Indosat Ooredoo berupaya untuk terus berperan aktif menjalankan berbagai inisiatif sosial untuk membantu pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dalam menghadapi situasi sekarang. 

“Kita harus bersatu dan berjuang bersama agar masa sulit ini cepat berlalu,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (03/06/2020). 

Penyaluran bantuan tersebut, ungkap Vikram, merupakan wujud kepedulian Indosat Ooredoo terhadap penanganan pandemi Covid-19, khususnya di Indonesia, sehingga tenaga medis dapat menjalankan tugasnya dengan lebih maksimal dan meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak langsung.

Bantuan paket sembako dan alat sanitasi dari Indosat Ooredoo kepada masyarakat yang membutuhkanDok. Indosat Ooredoo Bantuan paket sembako dan alat sanitasi dari Indosat Ooredoo kepada masyarakat yang membutuhkan

Guna membantu ketersediaan APD untuk tenaga medis, Indosat Ooredoo memberikan bantuan berupa 3.000 pakaian hazmat dan pelindung wajah (face shield) ke 300 puskesmas rujukan penanganan Covid-19 yang tersebar di lima regional di Indonesia.

Selain itu, Indosat Ooredoo juga memberikan bantuan berupa total 10.000 paket sembako dan masker kain.

Instalasi wastafel portabel Indosat Ooredoo di pemukiman warga.Dok. Indosat Ooredoo Instalasi wastafel portabel Indosat Ooredoo di pemukiman warga.

Tak hanya memberikan bantuan, Indosat Ooredoo juga memberikan edukasi mengenai Covid-19, menyebarluaskan kampanye nasional #DiRumahAja dan physical distancing, serta menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan seperti mencuci tangan.

Kampanye tersebut disampaikan lewat pesan suara dari 10 mobil keliling yang tersebar di area permukiman warga.

Agar kebutuhan komunikasi dan #SilaturahmiSetiapHari dapat tetap terpenuhi, Indosat Ooredoo membagikan 13.000 kartu perdana untuk para tenaga medis dan masyarakat.

Pengguna juga dapat langsung menikmati kuota 30GB secara gratis untuk mengakses kuliah online di lebih dari 200 universitas dan 5 e-learning platform terkemuka di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan Indosat Ooredoo untuk membantu masyarakat agar tetap bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti belajar dan bekerja, #DiRumahAja. Selain itu, masyarakat juga tetap terhubung walaupun terpisah dengan jarak.

Instalasi ratusan wastafel portabel di area publik

Meski pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah, masih banyak masyarakat yang harus tetap menjalankan kegiatan di luar rumah, terutama di kota-kota besar.

Oleh karena itu, Indosat Ooredoo ingin membantu dengan menyediakan sarana cuci tangan agar mudah ditemui di berbagai tempat umum. Indosat Ooredoo sudah memasang ratusan wastafel portabel yang ditempatkan di area pemukiman warga bersamaan dengan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan instalasi wastafel di berbagai area publik, seperti pasar juga tidak luput dari perhatian Indosat OoredooDok. Indosat Ooredoo Bantuan instalasi wastafel di berbagai area publik, seperti pasar juga tidak luput dari perhatian Indosat Ooredoo

Selain wastafel portabel, Indosat Ooredoo juga memasang instalasi bak cuci tangan tersebut di area publik Jakarta dan Surabaya. Hal ini dilakukan mengingat kedua kota tersebut menjadi wilayah yang terdampak virus paling banyak berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Penyediaan peralatan sanitasi ini ditempatkan di lokasi-lokasi potensial yang masih ramai dengan kegiatan atau mobilitas masyarakat, seperti di sekitar tempat makan, area pasar tradisional, di pelataran kompleks rumah susun, di area fasilitas kesehatan, dan area pedestrian.