Advertorial

Gubernur Sumsel Ingatkan Masyarakat supaya Tidak Takut Mengikuti Rapid Test

Kompas.com - 11/06/2020, 18:44 WIB

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengingatkan masyarakat tak perlu takut mengikuti rapid test yang diselenggarakan oleh pemerintah.  

"Rapid test merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melawan pandemi Covid-19, supaya cepat tuntas sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti semula," ujarnya dalam program talkshow yang disiarkan radio Sonora Palembang, Kamis (11/06/2020).  

Dengan adanya rapid test yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di wilayah yang terpapar, Deru meminta masyarakat supaya dapat memanfaatkannya dengan baik dan tidak malu atau gengsi apabila terpapar Covid-19.  

"Jangan pernah takut mengikuti rapid test, karena ini demi kemaslahatan bersama dan sangat bermanfaat bagi diri sendiri. Oleh karena itu, dengan mengikuti rapid test kita akan mengetahui kondisi tubuh kita sejak dini terhadap paparan Covid-19," ujarnya.  

Ia menjelaskan langkah serta kebijakan yang dilakukan oleh Pemprov Sumsel sejauh ini, salah satunya adalah program jaring pengaman sosial yang diharapkan dapat berperan maksimal dan terlaksana dengan baik.  

"Berbagai kebijakan yang telah kami buat ini diharapkan dapat berperan maksimal dengan baik, sehingga ke depannya kami harap wabah ini tidak menyebar lebih dahsyat lagi seperti sebelumnya," katanya. 

Herman menyerukan agar masyarakat tidak rakut mengikuti rapid test yang difasilitasi Pemprov Sumsel.Dok. FM 102.6 Radio Sonora Palembang Herman menyerukan agar masyarakat tidak rakut mengikuti rapid test yang difasilitasi Pemprov Sumsel.

Selain itu, Deru menambahkan, hingga saat ini tingkat kesembuhan pasien yang terpapar virus Corona di Sumatera Selatan telah menunjukan tren yang baik.  

"Sejauh ini tercatat tingkat kesembuhan pasien yang terpapar Corona di Sumsel sudah mendekati 478 atau di kisaran 50 persen, sehingga hal ini membuktikkan bahwa tingkat kesembuhan di Sumsel mengalami peningkatan," jelasnya.  

Maka dari itu, ia berharap supaya masyarakat dapat meningkatkan kepatuhan dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.  

"Saya harap masyarakat bisa lebih sadar dalam menerapkan protokol kesehatan, karena kita tidak tahu seberapa kuat tingkat daya tahan tubuh kita. Jadi, lebih baik meningkatkan kewaspadaan sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat," tutupnya. 

Penulis: Fernando Oktareza

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau