Advertorial

On Air di Dua Radio, Dodi Reza Bocorkan Trik Jitu Perangi Covid-19

Kompas.com - 17/06/2020, 20:52 WIB
Bupati Dodi Reza saat on air di radio Sonora Palembang, pada Selasa (17/06/2020). (Dok. 102,6 Radio Sonora Palembang) Bupati Dodi Reza saat on air di radio Sonora Palembang, pada Selasa (17/06/2020).

KOMPAS.com - Kesigapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Dodi Reza Alex Lic Econ dalam memutus rantai penularan dan menangani Covid-19 mendapatkan sorotan banyak pihak.

Hal ini dikarenakan keseriusan Dodi Reza dalam memerangi serta memfasilitasi kebutuhan tenaga medis dalam penanganan Covid-19 dinilai sangat maksimal.

Mulai dari penyediaan fasilitas ribuan rapid test gratis untuk warga, distribusi bantuan merata untuk warga terdampak, penyediaan fasilitas rumah sakit yang lengkap, membuat tempat isolasi outdoor dengan konsep camping, hingga baru-baru ini menjadi satu-satunya daerah yang menyediakan alat rapid test antigen di Sumatera Selatan.

Apa yang sudah dilakukan Dodi Reza ini dibocorkannya saat On Air Bersama 102.6 Radio Sonora dan 101.8 Smart FM di Studio  Sonora FM Palembang, pada Rabu Rabu (17/6/2020).

"Kabupaten Muba melakukan langkah cepat, dalam mendeteksi seberapa tinggi penularan Covid-19 ke warganya, ini semua demi melindungi warga Muba dan memutus rantai penularan covid-19," ujar Dodi Reza dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima. 

Dodi Reza pun melanjutkan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin telah menganggarkan dana sebesar Rp 303 miliar untuk menangani Covid-19. Ia juga menambahkan Musi Banyuasin masuk dalam lima kabupaten dengan anggaran terbesar yang melakukan penyesuaian APBD untuk menangani masalah ini.

“Angka 303 miliar, menurut laporan dari Mendagri, bahwa anggaran kami masuk dalam lima kabupaten dengan anggaran terbesar yang melakukan penyesuaian APBD. Jadi secara absolut paling besar dan secara prosentase adalah lima besar di Indonesia, kabupaten yang serius menangani Covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa anggaran tersebut bila digunakan untuk pembangunan akan dapat membangun banyak jembatan dan jalan, tetapi karena keseriusan pemerintah Musi Banyuasin untuk menangani Covid-19 ini, maka anggaran difokuskan ke sana.

“Bagi kami keselamatan rakyatlah yang pertama. Kedua memberi bantuan adalah utama juga, membangun jembatan bisa dilakukan tahun depan, karena penanganan Covid-19 urgent.  Kami bekerja berdasarkan prioritas,” ujarnya.

Anggaran tersebut dibagi menjadi 3 pot besar, yaitu untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi. 

Di bidang kesehatan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah mendirikan rumah sakit darurat Covid-19, dengan empat kamar bertekanan isolasi negatif, dengan ventilator terbaru. Saat ini sudah ada dua tempat yang bisa melakukan test swab PCR dan test PCM secara cepat. 

Dari sisi jaring pengaman sosial, pihaknya sudah memberikan bantuan yaitu menggratiskan biaya listrik dan air bersih selama tiga bulan, di samping bantuan tunai Rp 600 ribu per KK selama tiga bulan.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa keringanan kepada mahasiswa di tiga perguruan tinggi dan satu poltek di Musi Banyuasin untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“JPS (jaring pengaman sosial) yang disalurkan telah mengkover 104 ribu keluarga penerima manfaat (KPN). Kalau mengandalkan bantuan pusat saja, kami hanya mengkover 53 ribu KPN, dengan ini  60  perseb warga Muba sudah terkover, sisanya memang tidak terdampak, seperti PNS, TNI/Polri, dan sebagainya,” ujarnya. 

Dodi Reza pada kesempatan On Air Bersama 102.6 Radio Sonora dan 101.8 Smart FM di Studio Sonora FM Palembang tersebut turut dipandu Host Raidi Sonora, Endah.(Dok. 102.6 Radio Sonora Palembang) Dodi Reza pada kesempatan On Air Bersama 102.6 Radio Sonora dan 101.8 Smart FM di Studio Sonora FM Palembang tersebut turut dipandu Host Raidi Sonora, Endah.

Ia juga mengatakan bahwa selain berusaha menangani Covid-19, Pemerintah Kabupaten Muba juga fokus dalam hal pembangunan.

“Kami sudah hitung, tidak akan kehabisan anggaran, tetap membangun. Kami tidak akan kehabisan, tetap membangun, kalau Covid mereda, pemulihan ekonomi akan secara cepat terjadi,” ujarnya. 

Usaha yang telah dilakukan tersebut juga didukung oleh para Forkopimda, Gugus Tugas, dan OPD Pemkab Muba yang tentunya sangat all out bersama-sama dalam menangani Covid-19.

"Semoga upaya yang maksimal ini dapat memerangi Covid-19 di Muba. Harapannya aktivitas dapat kembali berjalan normal dan warga dapat menjalani aktifitas sehari-hari seperti biasa," tuturnya.

Saat ini, lanjut Dodi, pihaknya selain tetap konsen dalam penanganan Covid-19 juga tengah fokus persiapan kenormalan baru. Menurut Dodi, new normal ini bukan untuk melonggarkan dari protokol kesehatan yang sudah ada, tetapi justru mengubah perilaku sehari-hari untuk dapat bekerja secara produktif dan aman.

"Karena kita tidak tahu di mana virus corona ini berada. Oleh karena itu, kebiasaan yang selama ini belum terbiasa, itulah yang harus diperhatikan dan dijadikan kebiasan baru," ujarnya.

Dikatakan, kenormalan baru bukanlah ramai-ramai deklarasi buka mall, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya, tetapi bagaimana seluruh masyafakat sudah terbiasa tanpa paksaan mengikuti tantanan hidup yang baru.

“Maka dari itu, untuk menuju ke sana diperlukan kesiapan semua pihak baik pemerintah, para stakeholder, akademisi, penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya. Apabila new normal life sudah bisa kita masuki, kita harus secara rela dan ikhlas mengikuti batasan yang ada," ucapnya.

Sekarang ini, Pemkab Muba sedang konsen dalam fase mempersiapkan seluruh elemen masyarakat masuk fase baru, mulai dari mempersiapkan sarana kesehatannya yang akan mengadakanPCR tes.

"Secara masif akan dilakukan uji tes karena berdasarkan pengalaman kami selama ini hampir 15 hari baru keluar hasil uji tes. Maka, kami putuskan mengadakan PCR real time dipasang di Kabupaten Muba, kemudian juga disediakan rumah sehat dan tempat isolasi mandiri kita siapkan dengan lebih masif lagi," pungkasnya.