Advertorial

Tingkatkan Kemampuan Peringatan Dini Gempa dan Tsunami, BMKG Pasang WRS NewGen di 315 Lokasi

Kompas.com - 23/06/2020, 07:39 WIB

Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati oleh Ring of Fire. Hal ini membuat Indonesia termasuk di wilayah yang rawan terkena bencana gempa dan tsunami.

Dalam dua dekade terakhir saja, tercatat telah terjadi 5 gempa bumi besar di Indonesia, di antaranya gempa bumi Aceh pada 2004, gempa bumi Pulau Nias (2005), gempa bumi Yogjakarta (2006), gempa bumi Padang (2009), dan yang terakhir gempa bumi Palu (2018).

Terkait kerawanan ini, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) diharuskan mempunyai teknologi yang mumpuni untuk mendeteksi gempa agar bisa memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Penggunaan teknologi untuk memitigasi bencana gempa dan tsunami sudah diatur dalam UU No 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Aturan tersebut diperkuat dengan Perpres No 93 Tahun 2019 yang berisi tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami.

Salah satu amanat peraturan tersebut adalah pemasangan alat pendeteksi gempa dan peringatan dini tsunami bernama Warning Receiver System (WRS) di daerah yang rawan.

Sejak 2008, BMKG sudah memasang 275 WRS yang tersebar di berbagai daerah. Namun, dikarenakan wilayah Indonesia yang luas dan kecepatan informasi terkait gempa bumi sangat dibutuhkan, tahun ini BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi berbeda.

WRS NewGen ini merupakan terobosan BMKG yang didukung oleh Sentuh Digital Teknologi. Alat pendeteksi ini mempunyai kelebihan untuk memberikan informasi gempa secara real time.

Sinergi antara BMKG dan Sentuh Digital Teknologi melalui WRS NewGen diharapkan dapat membantu percepatan penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Dengan demikian, pemerintah bisa mengambil langkah penting secara cepat dan segera tanggap dalam penanganan bencana sehingga bisa menyelamatkan ratusan, bahkan ribuan korban jiwa.

Sedikit informasi, Sentuh Digital Teknologi merupakan perusahaan startup dalam negeri yang mengembangkan Interactive Digital Display. Perusahaan ini didirikan pada 2017 dan fokus pada komunikasi digital.

Sentuh Digital Teknologi percaya bahwa teknologi informasi dapat membantu memperluas dan mempercepat komunikasi untuk khalayak ramai. Dengan bantuan teknologi, instansi maupun perusahaan pun dapat efektif dalam mengomunikasikan nilai.

Untuk informasi lebih lengkap tentang Sentuh Digital Teknologi, bisa berkunjung ke situs www.sentuh.id atau akun media sosial.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau