Advertorial

Ini Hasil Studi In Vitro Antiseptik PVP-I Terhadap SARS-CoV-2

Kompas.com - 25/06/2020, 18:48 WIB

Penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia masih berada di level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kompas.com, hingga Senin (15/06/2020) terdapat total 39.294 kasus positif Covid-19, bertambah 1.017 kasus dari hari sebelumnya. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan panduan untuk mencegah penularan virus dengan menjaga kebersihan diri dan saluran pernapasan. Adapun beberapa panduan tersebut adalah rutin mencuci tangan dan menggunakan masker saat keluar rumah. 

Selain itu, salah satu protokol kebersihan diri yang dianjurkan The Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) adalah mencuci tangan dengan sabun antiseptik. Salah satu antiseptik yang direkomendasikan oleh banyak ahli adalah Povidone-iodine (PVP-I). 

Umumnya, PVP-I digunakan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi pada rongga mulut dan tenggorokan, luka, pembersihan kulit sebelum dan sesudah operasi, serta tindakan medis lainnya. 

Sejak awal WHO mengumumkan pandemi Covid-19, PVP-I sudah menjadi salah satu pilihan antiseptik. Efektivitasnya dalam membunuh SARS-CoV yang menimbulkan infeksi virus SARS, MERS-CoV, Modified Vaccinia Virus Ankara (MVA), dan avian influenza telah banyak dibuktikan di berbagai penelitian. 

Adapun penelitian tersebut di antaranya Inactivation of SARS Coronavirus by Means of Povidone-Iodine, Physical Conditions and Chemical Reagents (Kariwa et. al., 2006) dan The Use of Povidone-Iodine Nasal Spray and Mouthwash During the Current COVID-19 Pandemic May Reduce Cross Infection and Protect Healthcare Workers (Kirk-Bailey et. al., 2020). 

Pada penelitian yang dilakukan Kirk-Bailey et. al. (2020), PVP-I digunakan untuk membersihkan saluran pernapasan dengan berkumur. Selain itu, PVP-I juga digunakan sebagai nasal spray untuk memutus rantai infeksi dan mencegah cross infection bagi para tenaga kesehatan. 

Aktivitas virusidal PVP-I terhadap SARS-CoV-2 

Sementara itu, kabar baik datang dari Duke-National University Singapore (NUS). Pada penelitian in vitro tersebut, antiseptik PVP-I mampu membunuh 99,99 persen virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, dalam waktu 30 detik.

Penelitian in vitro sendiri merupakan penelitian yang dilakukan di luar organisme hidup dalam lingkungan terkendali, seperti di tabung uji atau cawan petri. Penelitian in vitro memungkinkan suatu zat dipelajari dengan aman, tanpa membuat manusia atau hewan terkena efek samping atau toksisitas dari obat baru. 

PVP-I bagian dari APD 

Sejauh ini, PVP-I telah direkomendasikan sebagai salah satu protokol pencegahan bagi para tenaga kesehatan. Penggunaan PVP-I Gargle dan Nasal Spray digunakan sebagai tambahan bagian dari alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga kesehatan dan pasien untuk meminimalkan risiko penyebaran Covid-19.

Pakar bidang Intensive Care RS. Dr. Soetomo Surabaya, dr. Bambang Wahjuprajitno, Sp.An, KIC menyampaikan penggunaan antiseptik seperti PVP-I penting untuk mencegah penularan Covid-19 bagi petugas medis di garda terdepan dan juga pasien ICU sangat rentan terhadap infeksi nosokomial.

Dr. Bambang menambahkan, selain menjaga personal hygiene dengan PVP-I, tenaga kesehatan juga perlu menjaga kebersihan saluran napas dan rongga mulut dengan PVP-I. Hal tersebut dikarenakan saluran napas dan rongga mulut merupakan salah satu jalan masuk dan reservoir dari SARS-CoV-2.

Pemaparan yang disampaikan Bambang senada dengan penelitian Zou et. al. (2020) yang bertajuk SARS-CoV-2 Viral Load in Upper Respiratory Specimens of Infected Patients. Pada penelitian tersebut, pola pelepasan virus pada pasien yang terinfeksi Covid-19 memiliki viral load (jumlah virus) yang tinggi di saluran pernapasan bagian atas pada awal penyakit.

Biasakan berkumur dan gargle

Penting bagi masyarakat, pasien, dan tenaga kesehatan untuk menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan saluran napas dan rongga mulut di tengah pandemi Covid-19.Pastikan untuk menggunakan antiseptik yang efektif seperti PVP-I sebagai bagian dari tindak pencegahan infeksi virus. Gunakan PVP-I untuk membersihkan tubuh, berkumur dan gargle, serta membersihkan saluran hidung. 

Hal tersebut juga disarankan oleh Kirk-Bayley, konsultan layanan intensif dan ahli anestesi dari The Royal Surrey County Hospital, Inggris.

Cara berkumur dan gargle

Masukan kurang lebih 10-15 ml PVP-I dengan konsentrasi 0,5-2 persen ke dalam mulut dan berkumurlah di rongga mulut. Usahakan bagian depan dan samping mulut terkena cairan berkumur. Lalu mulai gargle, dengan menengadahkan kepala ke atas 45 derajat, buka mulut, tahan cairan pada tenggorokan dan keluarkan napas melalui mulut sehingga bunyi “arrrhhh”. Lakukan minimal selama 30 detik. Lalu buang cairannya, jangan ditelan.

Mady et. al. dalam jurnal Oral Oncology (2020) pun turut memberikan anjuran gargle kepada tenaga kesehatan, pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pengawasan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG).

Adapun anjuran untuk tenaga kesehatan adalah berkumur dan gargle dengan PVP-I 2-3 jam sekali atau 4 kali sehari. Anjuran tersebut dilakukan jika tenaga kesehatan terlibat langsung dalam prosedur penanganan pasien yang berasal dari daerah zona merah Covid-19 dan ada keterbatasan APD seperti masker N95.

Selain itu, Mady et. al. juga menganjurkan berkumur dan gargle dengan PVP-I 2-3 jam sekali atau 4 kali sehari untuk masyarakat dengan kriteria sebagai berikut.

  • Diduga atau sudah terkonfirmasi positif Covid-19;
  • Menjalani prosedur berisiko tinggi, yaitu yang melibatkan mukosa hidung oral, faring, dan sekresi paru
  • Berada atau berasal dari zona merah Covid-19 seperti rumah sakit atau bertemu dengan OTG, ODP, dan PDP

Adanya kabar terbaru ini diharapkan tenaga kesehatan dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga personal hygiene, termasuk kebersihan saluran napas dan rongga mulut untuk mencegah dan memutus rantai penularan infeksi Covid-19.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau