Advertorial

Manfaatkan Peluang Bisnis dari Instagram, Pertamina Latih 180 UMKM Palangkaraya

Kompas.com - 27/06/2020, 14:50 WIB
Ilustrasi Instagram (DOK. Shutterstock) Ilustrasi Instagram

Maraknya penggunaan media sosial Instagram di kalangan masyarakat rupanya memiliki manfaat tersendiri. Bukan hanya kemudahan akses informasi dan berbagi foto, Instagram juga menawarkan potensi bisnis bagi para penggunanya.

Kombinasi antara foto dan caption ikut memudahkan para pebisnis pemula, terutama pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM), untuk mengenalkan produk. Tujuannya agar brand mudah dikenali dan menarik pembeli.

Hal inilah yang menjadi latar belakang bagi Pertamina untuk melatih pelaku UMKM agar dapat maju dengan memanfaatkan teknologi internet, terutama bagi UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pekan lalu, Pertamina dan Tim Rumah Kreatif BUMN (RKB) Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengadakan pelatihan daring bertajuk “Laris Manis Jualan via Instagram”. Pelatihan ini dipandu pakar IT Development, Website, & Aplikasi Mobile Frengklin Matatula.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pelatihan daring tersebut merupakan bentuk komitmen Pertamina kepada UMKM mitra binaan.

Harapannya, dengan pelatihan ini, kapasitas mitra binaan meningkat dan dapat bangkit pasca-pandemi Covid-19.

“Pertamina terus berkomitmen untuk membina dan mengembangkan UMKM sebagai sokoguru perekonomian bangsa agar terus adaptif dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi," ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Pelatihan daring dari Pertamina tidak hanya berisi materi cara memaksimalkan Instagram saja, tetapi juga memberi kiat sukses untuk mendapatkan followers. Sebab, followers Instagram saat ini menjadi salah satu penentu jumlah penjualan produk sekaligus reputasi toko itu sendiri.

Frengklin menjelaskan, mendapatkan followers dapat dilakukan melalui penyajian konten foto yang menarik serta manajemen pengelolaan konten, seperti rutin mengunggah foto.

Para UMKM disarankan untuk membuat minimal 1-2 konten per hari dengan menggunakan hashtag yang relevan. Sebagai inspirasi, UMKM dapat memanfaatkan referensi konten yang berasal dari mana saja, contohnya melalui fitur Explore.

Selain itu, fitur ini juga dapat membantu UMKM untuk memanfaatkan kesempatan berkolaborasi dengan content creator serta memantau tren yang sedang terjadi.

Soal konten yang diunggah di Instagram, Frengklin menyarankan pelaku UMKM juga memperhatikan ukuran dan rasio foto. Pasalnya, ukuran dan rasio foto yang tidak sesuai dapat mengakibatkan postingan foto menjadi pecah atau terpotong.

Instagram sendiri memiliki ukuran dan rasio yang berbeda untuk kedua fiturnya. Postinganfeed Instagram memiliki ukuran rasio 4:5, sedangkan Instagram Story memiliki ukuran dan rasio 9:16.

Untuk mempermudah pekerjaan dalam mempercantik foto, pelaku UMKM dapat memanfaatkan aplikasi yang tersedia di App Store atau Play Store pada smartphone, contohnya lewat SCRL, Storylab, Hype Type, atau Unfold.

Dalam kesempatan tersebut, Frengklin juga mengingatkan para peserta untuk tidak menggunakan followers fiktif hanya demi terlihat memiliki banyak pengikut. Usahakan untuk memiliki followers aktif dengan akun real.

“Hindari membeli followers fiktif untuk menunjukkan seolah-olah followers Instagram sudah banyak,” ujar Frengklin.

Pelatihan daring dari Pertamina tersebut dihadiri 180 pelaku UMKM. Pelatihan juga mendapatkan beragam respons positif dari peserta.

Salah satunya dari Siti Muslichaatun. Ia berharap agar pelatihan daring dapat sering dilakukan agar para UMKM dapat lebih termotivasi untuk berkembang dan inovatif, terutama dalam memasarkan produk, sekaligus mendapatkan wawasan baru.