Advertorial

‘War Of Virtual’ Kompetisi Freestyle Basket di Era Normal yang Baru

Kompas.com - 03/07/2020, 09:00 WIB
INDO FSBB COMPETITION 2020 War Of Virtual (Dok. Indobballfreestyler) INDO FSBB COMPETITION 2020 War Of Virtual (Dok. Indobballfreestyler)

Situasi pandemi tidak serta merta mematikan semangat generasi muda untuk berhenti berkreasi. Masuk dalam kondisi kenormalan yang baru menuntut beberapa adaptasi kebiasaan. Salah satunya bola basket.

Olahraga sekaligus hiburan tersebut biasanya dipertontonkan secara offline, seperti di lapangan atau dalam mal. Namun, di masa kenormalan baru ini, bola basket dipertandingkan di dunia digital dan pubik dapat menyaksikannya dalam program War of Virtual yang diunggah di akun Instagram Indonesian Basketball Freestyler @indobballfreetyler.

War of Virtual merupakan kompetisi atraksi bola basket digital yang diselenggarakan sejak 29 Juni sampai 5 juli 2020 sebagai batas submission.

Dalam kompetisi tersebut hadir para juri yang juga merupakan pebasket andal, baik itu dari dalam maupun luar negeri. Sebut saja Zinez Kamikaze dari Jepang dan Bavo Delbeke berasal dari Belgia, juggler bola basket termahir di dunia saat ini. Keahlian Delbeke kerap ia tunjukkan saat tur NBA di Eropa.

War of Virtual terbagi menjadi dua kategori. Pertama, kategori umum yang terbuka untuk semua kelas amatir hingga senior. Kedua, kategori khusus untuk pemula atau bagi peserta yang masih baru memulai mencoba terjun di skena atraksi bola basket.

Adapun kompetisi tersebut berawal dari gerakan #tangkapchallenge yang diunggah lewat Instagram Story.  Lewat kampanye ini, para penggemar freestyle ditantang untuk menunjukkan kemampuannya menangkap bola dalam durasi singkat.

Ternyata gerakan #tangkapchallenge disambut baik oleh para penggemar freestyle. Mereka lantas saling respons . Warganet juga antusias melihat aksi-aksi kreatif para partisipan.

Setelah itu, edukasi mengenai atraksi bola basket digelar melalui saluran Instagram Live dengan menghadirkan narasumber pebasket senior Tanah Air dan luar negeri, seperti Jepang dan Belgia.

Publik juga para penggiat memahami runutan skena ini sebesar sekarang. Kekuatan saling memberikan semangat antar generasi ini diwujudkan kongkrit saat pandemi.

Dukungan tidak hanya dari animo publik yang mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dibuat, tapi juga produsen bola spesialis freestyle kenamaan dari Cina.

Dari produk lokal yang kerap kali turut membangun  perkembangan skena urban, seperti Urbain inc dan League Indonesia juga mendukung terselenggaranya adu seni kreativitas olahraga ini.

Beberapa calon peserta, seperti Andreas Nico (juara nasional berturut-turut 2016-2017) dan Reza Septiadi yang merupakan pemenang kompetisi freestyle digital di Jepang tampak antusias mengikuti kompetisi War of Virtual.

Apakah mereka tetap mendominasi kompetisi era normal yang baru? atau akan lahir juara-juara baru yang siap bersaing di kancah internasional? Jadilah saksi dari kompetisi War of Virtual di akun Instagram @indobballfreetyler.