Advertorial

Didukung Kemensos, Pos Indonesia Optimis Penyaluran BST Tahap III Mencapai Target

Kompas.com - 07/07/2020, 18:55 WIB

PT. Pos Indonesia (Persero) optimis penyaluran bantuan sosial tunai (BST) tahap III selesai tepat waktu. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Ihwan Sutardiyanta dalam jumpa pers yang berlangsung di Jakarta, Senin (6/7/2020). 

Pada jumpa pers tersebut, turut hadir Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero), Sis Apik Wijayanto. 

Ihwan menyampaikan, langkah extraordinary Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara turut mengakselerasi distribusi BST. 

“Kami optimistis penyaluran BST Tahap III tercapai pada pertengahan Juli. Langkah-langkah akselerasi akan terus kami lakukan bersama-sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos),” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020). 

Ihwan menambahkan, Mensos dan jajaran Kemensos langsung turun tangan membuka jalan bila Pos Indonesia ada kendala dengan pemerintah daerah (pemda). 

Pos Indonesia optimistis bisa mencapai target, karena berbagai tantangan yang pada Tahap III, berbeda dengan Tahap l dan ll. 

Menurut Ihwan, pada tahap sebelumnya distribusi BST masih harus menghadapi regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi mobilitas penyaluran bantuan. 

Disamping itu, ungkap Ihwan, kerja sama Pos Indonesia dengan pemda pada masa awal penyaluran masih harus banyak menyesuaikan diri. 

“Di tahap III kan sudah tidak ada PSBB. Kemudian, sekarang kan kerja sama dengan pemda sudah semakin erat sehingga saya yakin sudah lebih mudah saling memahami,” terangnya. 

Selain itu, Ihwan Sutardiyanta pun menyatakan, optimisme Pos Indonesia juga karena pada masa sebelumnya, Mensos Juliari dan seluruh jajaran juga telah menempuh langkah-langkah extraordinary dalam mengakselerasi distribusi BST. 

“Mensos langsung menangani misalnya untuk daerah yang masih rendah distribusinya. Mensos langsung telepon dengan unsur pemda atau langsung berkoordinasi saat berkunjung ke daerah terkait. Ini dukungan luar biasa bagi kami,” imbuh Ihwan. 

Pada jumpa pers tersebut, Pos Indonesia juga memaparkan sejumlah terobosan sehingga akselerasi penyaluran BST dapat dilakukan. Salah satunya adalah memperbanyak loket layanan yang menjadi instruksi dari Mensos. 

“Sehingga lebih banyak keluarga penerima manfaat (KPM) bisa terlayani,” terang Ihwan. 

Di samping itu, Pos Indonesia juga mendekatkan layanan kepada KPM dengan  membuka penyaluran melalui kantor desa, kantor kelurahan, sekolah, dan lain sebagainya. 

“Untuk menghindari antrian dan kerumunan juga, sehingga dapat mematuhi protokol kesehatan,” jelas Ihwan. 

Ihwan menambahkan, Pos Indonesia pun mengantarkan BST langsung ke rumah KPM, khususnya kepada KPM yang tidak bisa hadir di Kantor Pos dan komunitas karena alasan tertentu. 

“Seperti kepada penyandang disabilitas, KPM yang lanjut usia, sakit, dan lokasi KPM yang jauh untuk mengakses lokasi pembayaran,” ungkapnya. 

Selain itu, imbuh Ihwan, Pos Indonesia juga memperpanjang durasi layanan, yakni dari pagi hingga malam hari. 

“Bahkan di hari libur kami tetap membuka layanan,” terang Ihwan. 

Pos Indonesia terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan kelurahan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), lembaga sosial kemasyarakatan, pemda, serta unsur aparat Polri dan TNI. 

“Khusus dengan TNI, kami bekerja sama dengan menambah transporter,” jelas Ihwan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau