Advertorial

Pertamina Gelar Pertunjukan Virtual Wayang Orang untuk Jaga Kelestarian Budaya Lokal

Kompas.com - 09/07/2020, 09:41 WIB
Poster wayang orang secara daring yang digelar oleh Pertamina (Dok. Pertamina) Poster wayang orang secara daring yang digelar oleh Pertamina

KOMPAS.com – Pertamina EP yang merupakan anak usaha Pertamina menggelar pertunjukan seni wayang orang secara virtual dengan tema “Sayangi Ibu Bumi” pada Sabtu (4/7/2020).

Pertunjukan virtual ini menghadirkan pendongeng keliling bernama Samsudin dan Nayaga Cilik yang merupakan mitra binaan dari Pertamina EP Jatibarang Field.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan pertunjukan seni dan diskusi budaya secara virtual merupakan bentuk dukungan Pertamina dalam pelestarian budaya lokal.

“Kegiatan ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam bidang pendidikan, yang salah satunya adalah memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, serta apresiasi terhadap keberagaman budaya,” ujar Fajriyah.

Fajriyah menambahkan, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan untuk menyukseskan SDGs, tetapi juga membuktikan komitmen Pertamina dalam menjalankan satu pilar ISO 26000 yaitu community involvement and development.

“Pertamina terus mendorong seluruh mitra binaan, termasuk di dalamnya pelaku pelestari budaya lokal agar tetap bisa terus bergerak maju, meskipun harus menghadapi tantangan Covid-19,” imbuh Fajriyah.

Hal ini sejalan dengan salah satu aspek yang menjadi perhatian Pertamina, yaitu pelestarian budaya sehingga diharapkan masyarakat Indonesia masih terhubung dengan nilai-nilai warisan budaya leluhur.

“Selain itu, bisa juga sebagai bentuk pembelajaran dari filosofi yang terkandung di dalam suatu budaya,” ujar Fajriyah.

Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang sering berinteraksi dengan budaya dan kearifan lokal ke depannya akan terus memberi dukungan terhadap pelestarian budaya.

Melestarikan budaya dan kearifan lokal lewat CSR

Pertamina juga turut serta di dalam mendukung pertunjukan Wayang Orang Bharata secara daring pertama di Indonesia sebagai aksi langsung untuk melestarikan budaya Indonesia.

Dukungan untuk pertunjukan virtual ini adalah bagian dari CSR Pertamina dan mendapatkan Rekor MURI.

Program CSR yang dijalankan Pertamina Bersama Yayasan Tari Topeng Mimi Rasinah di Indramayu, telah memberikan pelatihan peningkatan keterampilan untuk pengrajin topeng yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu dan Cirebon.

Pertamina juga telah memberikan pelatihan tari topeng kepada 500 anak di 28 desa di Kabupaten Indramayu.

Selain melestarikan budaya lokal Indramayu, Pertamina juga telah mengadakan pertunjukan seni di daerah lainnya, seperti pembinaan masyarakat difabel di Desa Bengkala, Kabupaten Singaraja, Bali melalui program seni Tari Tradisional.

“Upaya pelestarian budaya lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan bertujuan agar budaya Indonesia tetap lestari dengan melibatkan anak-anak muda dalam program CSR Pertamina,” pungkas Fajriyah.

Selain mendukung kesenian dan budaya lokal di Indonesia, Pertamina juga dapat menciptakan peningkatan ekonomi masyarakat dalam rangka mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi melalui bidang pendidikan.