Advertorial

Dukung Pelestarian Budaya, Pertamina Gelar Wayang Orang Daring Pertama Indonesia

Kompas.com - 09/07/2020, 09:48 WIB

KOMPAS.com – Pertamina bersama dengan National Geographic Indonesia dan Wayang Orang Bharata mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas keberhasilannya menggelar pertunjukan wayang orang pertama di Indonesia secara daring. 

Pertunjukan yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom, Sabtu (27/6/2020) lalu ini mengusung lakon “Sirnaning Pageblug”. Lakon tersebut dipilih untuk menggambarkan harapan akan segera sirnanya pandemi Covid-19.

Pertunjukkan ini berjalan sukses terbukti dengan jumlah penontonnya yang mencapai lebih dari 1.000 orang, dari dalam hingga luar negeri.

Dilakukannya pagelaran bertujuan agar pertunjukkan budaya lokal bisa bangkit kembali.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan pertunjukan Wayang Orang Bharata merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dalam bidang pendidikan dan budaya.

Menurut Fajriyah, sesuai sasaran Millennium Development Goals (MDGs), pendidikan dan budaya adalah identitas yang dimiliki masyarakat sehingga bisa menjadi fondasi untuk pembangunan sosial dan ekonomi. 

“Pelestarian dan promosi budaya dengan pendidikan yang kompatibel serta menghormati hak asasi manusia memiliki dampak positif pada kohesi sosial dan pembangunan,” ujar Fajriyah. 

Fajriyah menambahkan, langkah Pertamina mendukung pertunjukkan wayang orang daring pertama di Indonesia tersebut juga membuktikan komitmen Pertamina dalam menjalankan pilar dalam ISO 26000 yaitu pendidikan dan pelestarian budaya lokal. Dalam hal ini budaya Jawa.

“Selain itu, juga sebagai tanggung jawab untuk menjaga tradisi yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang kita,” ujar Fajriyah. 

Komunitas Wayang Orang Bharata berdiri sejak 1963. Komunitas ini menaungi lebih dari 100 orang penari, pengrawit, dan sinden lintas generasi. 

Sebelum adanya pandemi Covid-19, pertunjukan wayang orang masih rutin diselenggarakan di Gedung Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat. Namun, semenjak terjadinya pandemi, gedung pertunjukan harus ditutup sehingga wayang orang tidak bisa dipentaskan. 

“Pertamina terus melakukan inovasi agar seni pertunjukan tradisi lokal ini bisa tetap eksis di tengah pandemi Covid-19,” imbuh Fajriyah

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau