Advertorial

Realisasi Anggaran Capai 63,42 Persen, Kemensos Dorong Perputaran Ekonomi

Kompas.com - 12/07/2020, 18:39 WIB
Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyaksikan dan mengecek langsung distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi (9/7/2020). Mensos menyatakan, bansos seperti BST memiliki efek langsung dalam menggerakkan roda perekonomian. (Dok. Humas Kementerian Sosial) Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyaksikan dan mengecek langsung distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi (9/7/2020). Mensos menyatakan, bansos seperti BST memiliki efek langsung dalam menggerakkan roda perekonomian.

KOMPAS.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatatkan realisasi anggaran mengesankan. Berdasarkan data terbaru, Minggu (12/7/2020), dari total Pagu Anggaran tahun anggaran (TA) 2020 sebesar Rp 104,45 triliun, realisasi anggarannya mencapai Rp 66,241 triliun atau sebesar 63,42 persen.

Kemensos menempati posisi pertama dalam pencairan anggaran di antara kementerian/lembaga (K/L). Tingginya realisasi anggaran tersebut pun sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar K/L menggenjot realisasi anggaran.

Realisasi anggaran Kemensos itu meliputi semua jenis belanja, di antaranya belanja pegawai sebesar 46,53 persen, belanja barang sebesar 39,74 persen, belanja modal 38,78 persen, dan realisasi bantuan sosial (bansos) sebesar 64,39 persen.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi kunci dari pergerakan roda ekonomi di tengah pandemi yang mengalami perlambatan. Oleh karena itu, saya selalu mendorong jajaran Kemensos untuk terus mengakselerasi belanja di setiap satuan kerja,” kata Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara, di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Di antara berbagai jenis belanja, bansos menjadi belanja paling efektif dalam meningkatkan daya beli masyarakat. 

"Karena bansos (diberikan) tunai. Misalnya, dananya langsung diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian mereka langsung belanjakan di warung terdekat. Ini yang memutar ekonomi lokal dan pada gilirannya perekonomian nasional," katanya.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyaksikan dan mengecek langsung distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi (9/7/2020). Mensos menyatakan, bansos seperti BST memiliki efek langsung dalam menggerakkan roda perekonomian. (Dok. Humas Kementerian Sosial) Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyaksikan dan mengecek langsung distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi (9/7/2020). Mensos menyatakan, bansos seperti BST memiliki efek langsung dalam menggerakkan roda perekonomian.

Alokasi bansos pada pagu TA 2020 Kemensos sebesar Rp100,21 triliun. Hingga Sabtu (11/7/2020), realisasinya telah mencapai Rp 64,52 triliun atau 64,29 persen.

Dalam berbagai kesempatan, Mensos kerap menyatakan, bansos di masa pandemi Covid-19, seperti bansos tunai (BST) memiliki efek langsung dalam menggerakkan perekonomian.

“Saat ini, kondisi ekonomi sedang turun. BST bisa menggerakkan ekonomi masyarakat dan menutupi kebutuhan dasar keluarga yang tidak bisa dipenuhi karena dampak dari pandemi Covid-19,” kata Juliari.

Hal tersebut Mensos sampaikan saat meninjau penyaluran BST di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020).

Selain di Kabupaten Sukabumi, Mensos juga sering berkeliling ke berbagai daerah untuk memastikan akselerasi distribusi Bansos lancar serta tepat sasaran.

Sebagai informasi, dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/7/2020), Presiden Joko Widodo meminta jajarannya mempercepat belanja pemerintah untuk menggerakkan perekonomian.

Presiden mengatakan, kuartal ketiga tahun 2020 akan menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

“Kuncinya di kuartal ketiga ini. Begitu kuartal ketiga bisa mengungkit ke plus (pertumbuhan ekonomi), ya sudah kuartal keempat lebih mudah. Tahun depan Insyaallah juga akan lebih mudah,” katanya.

Menurutnya, belanja pemerintah menjadi penggerak utama bagi perekonomian di tengah pandemi saat ini. Presiden pun sekali lagi mengingatkan jajarannya untuk dapat bekerja luar biasa melebihi apa yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya.

Sejumlah hal, kata Presiden, masih harus terus diperbaiki dan ditingkatkan pelaksanaannya untuk kebutuhan masyarakat luas.