Advertorial

Prabumulih Keluar dari Zona Merah, Wali Kota Beberkan Tiga Faktor Suksesnya

Kompas.com - 15/07/2020, 10:36 WIB
Walikota Prabumulih Ridho yahya saat menjadi narasumber di radio Sonora Palembang (Dok. Pemkot Prabumulih) Walikota Prabumulih Ridho yahya saat menjadi narasumber di radio Sonora Palembang

KOMPAS.com - Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan telah sukses keluar dari zona merah pandemi Covid-19. Hal ini merupakan berita positif di tengah masih menanjak nya data pasien positif terdampak virus Covid-19.

Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan ada tiga faktor utama yang membuat Kota Prabumulih sukses keluar dari zona merah Covid-19.

"Ketiga faktor tersebut di antaranya kesadaran warga, disiplin petugas dan memperketat masuknya masyarakat dari luar daerah," katanya saat menjadi narasumber talkshow di radio Sonora Palembang, Selasa (14/7/2020).

Ridho menjelaskan, kesadaran warga Prabumulih yang turut menjadi indikator suksesnya Kota Prabumulih keluar dari zona merah, dikarenakan masyarakat Prabumulih memang benar-benar ingin terbebas dari penularan Covid-19.

"Saya sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan warga Prabumulih khususnya saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung, mereka benar-benar sadar dan disiplin terhadap aturan PSBB. Sehingga kesadaran warga inilah yang menjadi indikator keluarnya Prabumulih dari zona merah," ujarnya.

Selain faktor kesadaran warga, lanjut Ridho, tingkat kedisiplinan petugas di lapangan saat berlangsungnya penerapan PSBB turut menjadi faktor suksesnya Prabumulih keluar dari zona merah.

"Kami juga mengapresiasi para petugas yang sudah kami sebar di beberapa titik check point,” ujar Ridho.

Seperti yang diketahui, Prabumulih menerapkan PSBB ekstra ketat dengan 17 pos check point serta 37 pos kelurahan maupun desa.

“Petugas juga tak segan memberi sanksi kepada pelanggar sehingga membuat penekanan penyebaran virus corona menjadi berhasil," ujar Ridho.

Ridho mengatakan, faktor terakhir suksesnya Prabumulih keluar dari zona merah Covid-19 adalah memperketat masuknya masyarakat dari luar daerah.

"Jadi selama penerapan PSBB berlangsung kita memperketat masuknya warga dari luar Prabumulih. Sehingga pada saat PSBB berlangsung, Prabumulih benar-benar sepi dari warga luar yang ingin melintas," tuturnya.

Oleh karena itu, keluarnya Kota Prabumulih dari zona merah itu tidak terlepas dari kerja keras dari masyarakat, seluruh jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penanganan Covid-19 yang terencana, terstruktur dan masif.

Semoga dengan adanya kabar tentang kota Prabumulih ini, menstimulasi daerah lainnya agar bisa keluar dari zona merah Covid-19.