Advertorial

Tantangan Hadapi Masa Pandemi, Perguruan Tinggi ASEAN Perlu Inovasi Pendidikan

Kompas.com - 17/07/2020, 19:19 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 memberi tantangan bagi institusi pendidikan di seluruh dunia. Perubahan secara cepat harus dilakukan pada proses pembelajaran hingga interaksi antara peserta didik dan pengajar. 

Proses belajar-mengajar mau tidak mau tetap harus berjalan di semua institusi pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Sisi positifnya, tantangan ini memberi dampak berupa percepatan inovasi pendidikan berbasis digital. 

Selain itu, adaptasi menggunakan teknologi digital ternyata malah memberi kemudahan bagi institusi pendidikan untuk berkolaborasi secara global melakukan aksi nyata bagi dunia pendidikan. 

Contoh nyatanya adalah pertemuan Executive Committee ASEAN Learning Network (Exco ALN) yang diselenggarakan oleh Universitas Parahyangan (Unpar), Senin (6/7/2020) lalu. 

Sebagai tuan rumah, Unpar menyelenggarakan pertemuan antar institusi pendidikan se-Asia Tenggara tersebut secara virtual demi mendukung anjuran menjaga jarak fisik untuk penanggulangan pandemi.  

Pada pertemuan virtual itu, sebanyak 16 institusi pendidikan dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berdiskusi tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menghadapi dampak pandemi di dunia pendidikan. 

Selain 16 institusi tersebut, diskusi juga melibatkan beberapa institusi pendidikan yang berperan sebagai observer dan pencetus ALN Prof. EM. Dr. Chong Li Choy yang mengikutinya langsung dari St. Gallen, Swiss. 

Sambut normal baru 

Sehari setelah pertemuan Exco ALN, Unpar bersama ALN lanjut menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Surviving and Thriving Beyond the Covid Pandemic - Charting the New Normal”, Selasa (7/7/2020). 

Webinar ditayangkan secara langsung melalui live streaming Youtube dan diikuti lebih dari 300 partisipan yang berasal dari Asia Tenggara hingga berbagai penjuru dunia. 

Sesuai temanya, webinar menyorot tantangan yang dihadapi institusi pendidikan tinggi di tengah pandemi sekaligus membahas peran intelektual institusi dalam mendukung masyarakat menyongsong normal baru. 

Dalam paparan kuncinya, Prof Em. Dr. Chong Li Choy mengungkapkan bahwa momen ini merupakan transformasi bagi ALN dan para anggotanya untuk menjawab tantangan sesuai konteks masa kini. 

Selain itu, juga momen tepat dalam menyiapkan penguasaan teknologi dan pemahaman bidang ilmu yang mumpuni bagi peserta didik. 

Sesi pertama webinar bertajuk “The Future of Higher Education” yang dipandu oleh Sylvia Yazid, Ph.D. menghadirkan perspektif dari tiga pimpinan institusi pendidikan tinggi mengenai tantangan yang hadir dalam situasi pandemi global serta solusi terhadap tantangan tersebut. 

Dalam sesi itu, Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D. memaparkan pentingnya deregulasi kebijakan dan peran aktif pemerintah bersama institusi dalam menciptakan kampus dan mahasiswa yang merdeka, mampu beradaptasi, serta berinovasi sesuai dengan situasi terkini. 

Selanjutnya, Prof Em. Dato' Ir. Zainai Mohamed selaku Rektor Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Rektor Universitas San Beda Filipina Rev. Fr. Aloysius Ma. A. Maranan, OSB, berbagi pengalaman dari institusi yang mereka pimpin dalam menghadapi pandemi. 

Ketiga pimpinan kampus itu pun optimistis, perguruan tinggi mampu beradaptasi tanpa menghilangkan esensi pembelajaran serta nilai-nilai yang dijunjung dengan memanfaatkan metode dan teknologi secara tepat. 

Inovasi dalam menjawab tantangan 

Tak bisa disangkal, normal baru memang menuntut inovasi dengan memanfaatkan teknologi secara tepat. Karena itulah, sesi kedua yang dipandu oleh Fernando Mulia, S.E., M.Kom. dari Unpar, mengangkat topik “Charting the New Normal”. 

Dalam sesi tersebut, tiga pembicara mengemukakan pandangannya tentang tantangan dan peluang menyambut normal baru. Mereka adalah Prof. Dr. Salleh Abd Rashid (Universiti Malaysia Perlis - Malaysia), Retno A. Ekaputri, Ph.D. (Universitas Bengkulu - Indonesia), dan Dr. Eaknarin Ruangrak (Prince Songkla University - Thailand). 

Semua pembicara sepakat, institusi pendidikan tinggi perlu menjadi penggerak dalam inovasi normal baru yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. 

Adapun, lewat pertukaran ilmu dan kerja sama mutualisme bersama ALN ini, Unpar berkomitmen mengembangkan diri dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi komunitasnya. 

Keikutsertaan dengan organisasi dan jejaring universitas internasional tersebut juga merupakan wujud peran aktif  Unpar dalam menjalin kolaborasi dengan komunitas pendidikan tinggi di tingkat regional serta global. 

Kolaborasi ini kian penting dalam menghadapi masa depan pascapandemi yang penuh tantangan dan peluang berinovasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau