Advertorial

Sambut Hari Anak, Dukung Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil dengan Vitamin D

Kompas.com - 23/07/2020, 09:11 WIB
Dok. Shutterstock Dok. Shutterstock

KOMPAS.com –Menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini, Kamis (23/7/2020), yuk fokus lagi pada kesehatan anak Indonesia.

Orangtua bisa memulai dari hal yang simpel, misalnya dengan memperhatikan kebutuhan vitamin D pada anak.

Meski terkesan sepele, kekurangan vitamin D pada anak tak bisa diabaikan.

Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyebutkan, defisiensi vitamin D dapat berhubungan erat dengan berbagai penyakit, salah satunya respiratori atau yang berhubungan dengan pernapasan pada anak.

Fakta itu diperkuat dengan keterangan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyatakan kekurangan vitamin D yang berat, terutama pada anak, juga dapat menyebabkan penyakit riketsia nutrisional. Penyakit ini umumnya dialami anak usia 6 bulan sampai 2,5 tahun.

Gejalanya antara lain kelemahan otot, keterlambatan perkembangan gerak motorik, pembesaran area pergelangan tangan dan lutut, keterlambatan pertumbuhan gigi, dan penurunan kepadatan tulang.

Mencukupi kebutuhan vitamin D anak

Pada dasarnya, vitamin D punya peran penting dalam proses penyerapan kalsium dan fosfor yang dapat membantu membangun struktur gigi dan tulang yang kuat.

Jika kebutuhan vitamin D tercukupi, risiko anak mengalami penyakit kronis pun menjadi lebih kecil.

Selain itu, vitamin D juga merupakan vitamin larut lemak yang berperan penting dalam metabolisme tulang, pengaturan sistem imun, dan anti-peradangan.

Dok. KALBE Dok. KALBE

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan vitamin D untuk bayi usia 0 sampai 12 bulan sebanyak 400 IU per hari, tanpa memandang jenis makanannya (ASI eksklusif atau tidak).

Sementara, anak usia di atas satu tahun dan remaja sebanyak 600 IU per hari, tanpa memandang jenis makanannya.

Untuk memenuhi kecukupan vitamin D anak, orangtua dapat memberikan makanan kaya vitamin D, seperti ikan salmon, tuna, mackerel, keju, minyak ikan, jamur shitake, dan sereal.

Alternatif lain untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan mengajak anak lebih banyak bermain di luar rumah. Adapun waktu yang dianjurkan untuk antara pukul 10.00 sampai 15.00.

Pada rentang waktu tersebut, sinar matahari menghasilkan sinar ultraviolet B (UV B) yang mengandung provitamin D3. Saat permukaan kulit terpapar UV B, kolesterol di bawah kulit diubah menjadi vitamin D3.

Orangtua juga dapat memberikan suplemen vitamin D tambahan. Suplemen ini bisa membantu mencukupi kebutuhan vitamin pada anak. Suplemen tambahan juga bisa mengatasi defisiensi vitamin D pada anak.

Saat ini, suplemen vitamin D3 bisa diperoleh dengan mudah, misalnya Prove D3 dari Kalbe Farma.

Prove D3 mengandung vitamin D3 (cholecalciferol) yang disesuaikan dengan kebutuhan harian anak-anak maupun orang dewasa.

Suplemen ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu drops (tetes) dan tablet salut. Setiap tetesnya, varian Prove D3 drops mengandung vitamin D3 400 IU.

Prove D3 aman untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D3 karena tidak mengandung alkohol, pemanis, pewarna, pengawet buatan, dan gluten.

Adapun suplemen Prove D3 yang dikemas dalam bentuk strip, mengandung vitamin D3 mencapai 1.000 IU. Setiap individu dapat mengonsumsi satu tablet per hari atau mengikuti anjuran dokter sesuai kebutuhan vitamin D yang dibutuhkan.

Sebetulnya, tiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa sudah memiliki sistem imunitas dalam tubuhnya. Akan tetapi sistem imun yang dimiliki tiap orang berbeda. Karena itu, kebutuhannya bisa jadi berbeda-beda pula.

Maka, tak ada salahnya untuk selalu menyediakan Prove D3 di rumah agar anak terhindar dari risiko defisiensi vitamin D.

Dengan begitu, tak ada lagi alasan anak Indonesia kekurangan vitamin D di lain waktu.

Momen Hari Anak Indonesia bisa menjadi awal baik bagi orangtua untuk lebih memperhatikan kebutuhan vitamin D anak. Dengan memberikan suplemen Prove D3, kesehatan “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.”