Advertorial

Pupuk Indonesia Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar di Masa Pandemi

Kompas.com - 30/07/2020, 18:41 WIB

KOMPAS.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan distribusi pupuk bersubsidi akan lancar dan tidak terganggu pandemi Covid-19.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, penyaluran pupuk bersubsidi selama pandemi dilakukan sesuai aturan alokasi.

Penyalurannya pun hanya untuk petani dari kelompok tani yang terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) milik Kementerian Pertanian (Kementan).

“Para produsen pupuk juga akan selalu mematuhi semua aturan penugasan penyaluran pupuk bersubsidi yang berlaku,” kata Wijaya.

Adapun peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV.

Kemudian, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020 juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020.

Data Pupuk Indonesia hingga pertengahan Juli 2020 menunjukkan, perseroan telah menyalurkan pupuk sebanyak 5.146.336 juta ton. Jumlah ini setara 65 persen dari total alokasi di tahun 2020 yang sebesar 7.949.303 ton, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2020.

Selain itu, Pupuk Indonesia pun berkomitmen untuk menjaga stok pupuk bersubsidi. Data per 27 Juli 2020 menunjukkan, stok pupuk bersubsidi masih dalam kondisi aman.

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan distribusi pupuk bersubsidi akan berjalan lancar selama pandemic Covid-19 (Dok. Pupuk Indonesia) PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan distribusi pupuk bersubsidi akan berjalan lancar selama pandemic Covid-19 (Dok. Pupuk Indonesia)

Tercatat, total stok pupuk bersubsidi mencapai 857.158 ton. Rinciannya, terdiri dari 544.171 ton pupuk urea, 131.181 ton pupuk NPK, 75.292 ton pupuk SP-36, 45.932 ton pupuk ZA, dan 60.582 ton pupuk organik.

Adapun jumlah stok pupuk tersebut dipenuhi oleh lima anak perusahaan Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Sriwidjaja.

Sediakan ratusan ribu pupuk nonsubsidi

Guna mengantisipasi kebutuhan petani apabila alokasi pupuk bersubsidi belum tercukupi, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 347.664 ton. Pupuk ini tersedia di Lini I hingga Lini III serta kios-kios pupuk resmi.

Stok pupuknya terdiri dari 212.916 ton pupuk urea, 133.186 ton pupuk NPK, 430 ton pupuk SP-36, 968 ton pupuk ZA, dan 164 ton pupuk organik.

Wijaya menegaskan, pihaknya telah meminta produsen pupuk untuk meningkatkan ketersediaan pupuk nonsubsidi di kios-kios resmi.

"Apabila terjadi kekurangan, kami menyiapkan stok pupuk nonsubsidi di kios-kios resmi sehingga bisa memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani dan produktivitas sektor pertanian dapat  terjaga,” jelas Wijaya.

Selain untuk kelompok tani yang terdaftar dalam e-RDKK, stok pupuk nonsubsidi itu juga dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau