Advertorial

SUMONAR 2020: Merapal Mantra dengan Cahaya

Kompas.com - 30/07/2020, 19:29 WIB
Konferensi pers SUMONAR 2020, salah satu festival seni cahaya terbesar di Asia Tenggara (Dok. SUMONAR) Konferensi pers SUMONAR 2020, salah satu festival seni cahaya terbesar di Asia Tenggara (Dok. SUMONAR)

Sebagai salah satu festival seni cahaya paling bergengsi di Asia Tenggara, SUMONAR kembali diselenggarakan pada 5-13 Agustus 2020 dengan tema “Mantra Lumina”. Tema itu merupakan gabungan dari dua kata, yakni Mantra yang dapat berarti doa atau harapan, serta Lumina yang berarti Cahaya. 

Curator of SUMONAR 2020 Sujud Dartanto mengatakan, di sini “Mantra Lumina” memiliki makna yang begitu mendalam, baik bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam festival ini maupun bagi seluruh umat manusia saat ini. 

“Mantra Lumina tercetus sebagai sebuah bentuk nyata harapan terbaik dari para seniman cahaya, yang dibagikan melalui karya-karya yang telah mereka ciptakan untuk khalayak luas,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). 

Pada tahun ini, jelas Sujud, SUMONAR dilaksanakan secara virtual dengan menyajikan beragam program yang tak kalah menariknya dengan penyelenggaraan secara offline di tahun sebelumnya. 

“Segala hal yang akan tersaji di dalam festival ini sudah dipersiapkan secara matang. Mulai dari platform yang akan digunakan, karya-karya dari para seniman, beragam materi dari program yang disajikan di dalamnya, dan masih banyak lagi,” terangnya. 

Director & Co Curator of SUMONAR 2020 Raphael Donny menyampaikan, ada hal menarik yang terjadi dalam penyelenggaraan SUMONAR 2020, yaitu ketika lebih banyak seniman dari negara lain ikut terlibat dalam festival ini. 

“Di sini bisa dilihat, bahwa di tengah keterbatasan yang terjadi akibat wabah Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, tidak menyurutkan semangat para seniman dari negara lain maupun Indonesia untuk tetap berkarya dalam rangka menyebarkan harapan terbaiknya kepada banyak orang,” imbuhnya. 

Selain diikuti seniman Indonesia, ungkap Raphael, tahun ini seniman dari negara lain yang terlibat lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

“Setidaknya ada sederet nama seniman yang berasal dari sembilan negara selain Indonesia. Seniman-seniman itu ada yang berasal dari Bulgaria, Cina, Polandia, Spanyol, Thailand, Macau, Jerman, Chile dan Jepang,” terangnya. 

Karya-karya cahaya yang telah diciptakan oleh para seniman yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia maupun dari negara lain itu nantinya akan disajikan dalam program Interactive Light Art Installation dan Architectural Projection Mapping. 

Karya-karya tersebut nantinya bisa diakses dengan sangat mudah melalui situs resmi SUMONAR 2020 www.sumonarfest.com

Namun demikian, festival kali ini tidak menghilangkan esensi video mapping itu sendiri. SUMONAR kali ini menyajikan video mapping yang ditembakan ke Panggung Krapyak dengan konten visual dari 21 seniman lokal maupun internasional. 

Video mapping tersebut menggunakan proyektor Epson tipe EB-L25000UNL. Proyektor itu memiliki kekuatan 25.000 lumens cahaya laser dengan kontras rasio 2,500,000:1 agar konten visual memiliki rentang warna yang luas. Pengunjung dapat menikmati video mapping tersebut di website resmi dengan jadwal yang sudah ditentukan tiap hari nya. 

Program Director of SUMONAR 2020 Ishari Sahida menjelaskan, selain adanya program Interactive Light Art Installation dan Architectural Projection Mapping, akan ada program lain yang tak kalah menariknya dan sangat disayangkan untuk dilewatkan. 

“Di antaranya seperti Mantra Stage, Lumina Stage, Creative Sharing, Workshop dan masih banyak lagi,” ungkap pria yang akrab disapa Ari ini. 

Ari menambahkan, SUMONAR 2020 akan dibuka secara resmi pada Rabu (5/8/2020) pukul 19:30 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan penampilan dari Komunitas Gayam 16. 

“Gencarnya transformasi bentuk menuju ruang digital, mengembangkan paradigma kita atas sajian-sajian yang sudah biasa dan terbiasakan kita saksikan secara langsung,” imbuh Ari. 

SUMONAR, terang Ari, berusaha menghadirkan ruang untuk mengeksplorasi dan bereksperimen atas berbagai pertemuan bentuk pertunjukan dalam medium digital. Sajian Mantra Stage merupakan sajian terjadwal dan berbayar. 

“Untuk program Lumina Stage sendiri akan menampilkan daftar putar atau playlist dokumentasi pertunjukan, yang dapat menjadi alternatif pengunjung dalam menikmati berbagai sajian di website SUMONAR,” jelas Ari. 

Ari menambahkan, sajian tersebut dapat disaksikan secara gratis dan dapat dinikmati sewaktu-waktu selama SUMONAR berlangsung. 

General Affairs of SUMONAR 2020 Setyo Harwanto menambahkan, selain bisa menikmati beragam sajian program yang terdapat di dalam festival ini, para pengunjung SUMONAR pun bisa mengunjungi lounge di www.sumonarfest.com. Di sana, terdapat booth bazaar, penjualan official merchandise, chat room, dan masih banyak lagi. 

“Semoga SUMONAR pada tahun ini bersama tema ‘Mantra Lumina’ bisa benar-benar memberikan harapan terbaik yang bisa dirasakan oleh para seniman yang terlibat maupun bagi para penikmat karyanya juga,” ungkap Setyo. 

Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) selaku penyelenggara SUMONAR 2020 bersama SAAB! Production dikenal sebagai kolektif seniman video mapping dengan banyak karya di tingkat nasional dan internasional. 

Atas prestasi tersebut, perusahaan penyedia proyektor internasional, EPSON, mendukung kreativitas JVMP sejak tahun 2018. Komitmen ini merupakan bentuk dukungan EPSON atas kreativitas anak muda bangsa.

EPSON menyediakan berbagai varian produk proyektor untuk penggunaan rumahan sampai kebutuhan profesional.