Advertorial

Waspada! Kesehatan Pencernaan Ternyata Memengaruhi Proses Tumbuh Kembang Anak

Kompas.com - 31/07/2020, 17:47 WIB

KOMPAS.com - Menjaga kesehatan anak merupakan tugas dan tanggung jawab orangtua. Terlebih jika anak masih dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). 

Periode tersebut merupakan masa keemasan pertumbuhan anak. Dalam masa inilah beberapa organ penting tumbuh dengan cepat. Karenanya Anda harus selalu memerhatikan kesehatannya.   

Gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi dalam masa ini, dapat berakibat jangka panjang untuk anak.  

Agar bisa menghindari hal tersebut, Anda harus bisa memenuhi kecukupan makronutrien dan mikronutrien pada anak.  

Makronutrien adalah zat gizi berupa protein, karbohidrat, dan lemak yang memberikan asupan energi dan kalori bagi tubuh.  

Sedangkan mikronutrien merupakan zat-zat yang mengandung vitamin dan mineral seperti kalsium, asam folat, dan zat besi.  

Dua aspek tersebut harus dipenuhi agar bisa menjaga kesehatan fisik dan juga saluran pencernaan

Anak yang memiliki saluran pencernaan sehat, akan tumbuh lebih optimal karena proses pengolahan dan penyerapan nutrisi tidak terganggu.  

Demi menjaga kesehatan saluran cernanya, memberikan asupan probiotik kepada anak dapat menjadi solusi. 

Menurut jurnal dari Universitas Lampung berjudul “Penggunaan Probiotik sebagai Terapi Diare”, probiotik adalah bakteri hidup baik yang membantu nutrisi di saluran gastrointestinal dan memberikan pertahanan untuk melawan bakteri patogen. 

Patogen sendiri adalah mikroorganisme parasit yang menyebabkan penyakit kepada inangnya.  

Dalam hal ini, probiotik berfungsi sebagai pertahanan mukosa, fungsi proteksi dan pertahanan imunitas saluran, serta modulasi sistem imun lokal dan sistemik. Dengan begitu,  saluran pencernaan lebih sehat dan terlindungi dari bakteri jahat.  

Probiotik juga berguna untuk membantu penyerapan makanan di saluran cerna.  

Jika saluran pencernaan dapat menyerap nutrisi dengan baik, tumbuh kembang anak akan menjadi lebih optimal.  

Namun, tidak semua probiotik cocok untuk anak yang berada di masa 1.000 HPK.  

Pada masa ini, air susu ibu (ASI) masih jadi sumber probiotik utama. Itu karena di dalam ASI mengandung B.animalis subsp lactis, yakni salah satu Bifidobacterium—jenis probiotik yang dominan terdapat dalam saluran cerna anak. 

Meski demikian, jika ingin memberikan tambahan probiotik Bifidobacterium, carilah yang cocok untuk usia tersebut. Misalnya, Liprolac Baby yang merupakan varian baru dari produk Liprolac.

Poster Liprolac Baby (Dok. Kalbe) Poster Liprolac Baby (Dok. Kalbe)

Berbentuk tetesan yang dimasukkan melalui mulut, Liprolac Baby cocok digunakan pada anak di bawah 2 tahun. Selain itu, Liprolac Baby juga telah dilengkapi beragam uji klinis yang membuktikan manfaatnya. 

Contohnya seperti mengoptimalkan kesehatan pencernaan anak, mengatasi kolik, alergi susu, dan dermatitis atopi untuk optimalkan tumbuh kembang anak. 

Liprolac Baby juga sudah bersertifikasi kualitas keamanan dari BPOM, Food Drugs Association (AS) dan European Food Safety Authority (Eropa).  

Selain itu, Liprolac Baby bebas laktosa, tidak berasa, tidak berwarna, tidak berpengawet serta tidak mengandung gluten sehingga aman dan dapat dicampur di dalam makanan atau minuman si buah hati. 

 Cara memakainya mudah sekali, cukup diberikan 1 kali dengan 6 tetes per harinya, orangtua dapat mengoptimalkan tumbuh kembang dan momen berharga bersama si kecil.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau