Advertorial

Gandeng PBNU, Bank Mandiri Salurkan Kurban Untuk Negeri

Kompas.com - 02/08/2020, 21:13 WIB

KOMPAS.com - Bank Mandiri menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) dalam penyaluran hewan kurban pada Idul Adha 1441 Hijriah. 

Sebanyak 20 ekor sapi diserahkan kepada Lembaga Zakat Infaq Sadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) untuk disembelih dan diteruskan kepada masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19. 

Simbolisasi penyerahan hewan kurban dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj di Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020). 

Selain itu, Bank Mandiri juga menyerahkan alat-alat pencegahan penyebaran Covid-19. Alat-alat itu di antaranya 1.000 masker kain, 1 unit chamber antiseptic, dan 2 unit wastafel portabel untuk digunakan para santri di pesantren tersebut. 

Menurut Royke, dengan menggandeng salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Tanah Air tersebut, diharapkan dapat mempercepat penyaluran daging kurban secara langsung ke masyarakat. Terlebih di masa pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19. 

“Selain mempercepat proses penyaluran daging kurban, inisiatif ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kerjasama yang telah terjalin antara Bank Mandiri dan PBNU,” kata Royke dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020). 

Royke menambahkan, menjelang hari Raya Idul Adha tahun 1441 Hijriah yang jatuh pada Jumat (31/7/2020), Bank Mandiri melalui Yayasan Mandiri Amal Insani telah menerima sebanyak 151 ekor sapi dan 234 ekor kambing. 

Hewan kurban tersebut berasal dari karyawan serta pensiunan Bank Mandiri untuk disalurkan kepada warga yang berhak di berbagai wilayah Indonesia. Adapun penyerahan hewan kurban diwakili kantor pusat dan kantor wilayah/cabang Bank Mandiri. 

“Setiap tahun kami secara rutin menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian Bank Mandiri kepada sesama. Selain itu, hal ini juga merupakan pelaksanaan salah satu budaya kerja di Bank Mandiri, yakni bersama membangun untuk kemakmuran negeri,” ungkap Royke. 

Mengingat situasi pembatasan sosial yang terjadi saat ini, Royke menambahkan, pihaknya akan melakukan penyembelihan hewan-hewan kurban tersebut dengan melibatkan rumah pemotongan hewan (RPH) yang berada di wilayah-wilayah tempat Bank Mandiri berada.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau