Advertorial

Serial Killing Eve, Cerita Agen Intelijen vs Psikopat yang Dapatkan Pengakuan dari Dunia

Kompas.com - 13/08/2020, 10:00 WIB
Serial drama Killing Eve mengisahkan pertarungan intelijen dan pembunuh psikopat. (Dok. Mola TV) Serial drama Killing Eve mengisahkan pertarungan intelijen dan pembunuh psikopat. (Dok. Mola TV)

KOMPAS.com - Menonton serial drama telah menjadi salah satu cara untuk menghilangkan lelah dan menghibur diri bagi banyak orang. Begitu juga masyarakat Indonesia.

Tak hanya drama produksi dalam negeri, serial dari luar negeri pun banyak menjadi favorit masyarakat, termasuk serial yang dari Britania Raya, Killing Eve.

Serial yang pertama kali mengudara pada 2018 ini memiliki beberapa alasan mengapa harus ditonton para penggemar serial thriller.

Jalan cerita yang menarik
Serial ini menceritakan seorang agen wanita MI5 Eve Polastri yang bosan bekerja di badan intelijen Inggris. Ia akhirnya diam-diam menyelidiki seorang pembunuh bayaran yang susah dilacak, Villanelle.

Ambisi Eve ,yang diperankan oleh Sandra Oh, untuk menemukan keberadaan Villanelle mendapat banyak halangan. Salah satunya datang dari atasannya bernama Frank Haleton.

Berita dikeluarkannya Eve dari MI5 sampai ke telinga agen MI6 Carolyn Martens yang punya ketertarikan sama terhadap sosok Villanelle. Bersama dengan Carolyn, Eve pun melacak keberadaan Villanelle dan berusaha mengungkap identitas para penyewa jasanya.

Sementara itu, Villanelle adalah seorang psikopat yang berbahaya. Ia bekerja untuk sindikat kejahatan bernama The Twelve.

Villanelle telah berhasil membunuh banyak orang-orang penting dan menyeramkan di Eropa, termasuk mantan atasan Eve, Frank.

Meski menjadi seorang pembunuh, ia sangat menikmati pekerjaannya. Hal  tersebut karena ia dibayar mahal sehingga bisa memenuhi hasrat hidup mewahnya.

Kisah Eve dan Villanelle ini pun menjadi lebih seru di musim kedua dan ketiga. Berbagai misi berbahaya dan pembunuhan keji membuat dua tokoh utama ini memiliki konflik serta hubungan yang rumit.

Karakter yang kuat
Jika biasanya para tokoh utama diserial intelijen adalah lelaki, Killing Eve memiliki dua pemeran utama perempuan.

Walau demikian, baik Sandra Oh atau Jodie Comer sebagai Villanelle mampu menggambarkan tokoh perempuan yang kuat dan juga tangguh.

Adegan demi adegan pembunuhan pun disajikan dengan apik dan menegangkan, meski tak jarang diselipkan kesan unik dan lucu.

Selain dua tokoh perempuan tersebut, ada beberapa tokoh yang juga menarik perhatian penonton. Owen McDonnell, misalnya, yang berperan sebagai Niko Polastri, suami Eve.

Dengan kumis tebalnya, Owen mampu membuat penonton merasakan betapa membosankan sebuah pernikahan yang dijalaninya.

Satu lagi tokoh yang menarik dalam serial ini, yaitu Carolyn yang diperankan oleh Fiona Shaw. Sebagai  atasan Eve di MI6, Fiona mampu mempresentasikan seorang agen intelijen perempuan yang misterius.

Mendapat pengakuan dunia
Sejak dirilis pada 2018, serial drama bergenre thriller ini telah mendapat respons positif dari berbagai kritikus dan media.

Bahkan, Killing Eve diganjar dua Piala Emmy di tahun perdananya mengudara. Kategori yang berhasil mengantarkan serial ini meraih piala adalah Outstanding Writing for a Drama Series dan Outstanding Actress in Drama Series.

Tak hanya itu, pada 2019, Sandra Oh mendapatkan penghargaan Best Performance by an Actress in a Television Series-Drama di Golden Globe Award 2019.

Sementara itu, Jodie Comer pemeran Villanelle menjadi pemenang di kategori Lead Actress in a Drama Series di ajang Emmy Award 2019.

Nah, jika Anda belum sempat menyaksikan Killing Eve, tak perlu khawatir. Anda bisa menontonnya mulai dari season satu hingga tiga lengkap di Mola TV.

Dengan harga promo Rp 12.500 per bulan, Anda bisa menyaksikan serial Killing Eve dan serial lainnya. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.