Advertorial

Pendapatan Kinerja 2019 Capai 54,58 Miliar Dollar AS, Pertamina Tetap Sejajar dengan Perusahaan Kelas Dunia

Kompas.com - 14/08/2020, 21:22 WIB
Dengan dukungan semua pihak, Pertamina berharap aspirasi sebagai global energy champion dapat tercapai dan mampu menempatkan BUMN ini di posisi 100 Fortune Global pada tahun mendatang. (DOK. PERTAMINA) Dengan dukungan semua pihak, Pertamina berharap aspirasi sebagai global energy champion dapat tercapai dan mampu menempatkan BUMN ini di posisi 100 Fortune Global pada tahun mendatang. (DOK. PERTAMINA)

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaan untuk tetap dapat disejajarkan dengan perusahaan dunia yang tercatat dalam daftar Fortune Global 500.

Sebagai informasi, Fortune Global 500 adalah ajang pemeringkatan tahunan yang diselenggarakan majalah Fortune dengan salah satu tolok ukur utama berupa besaran pendapatan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, keyakinan ini mengacu pada kinerja tahun 2019 dengan pendapatan mencapai 54,58 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dan laba 2,5 miliar dollar AS.

"Tahun ini Pertamina tidak terdaftar dalam pemeringkatan Fortune Global 500. Namun, dengan total pendapatan mencapai 54,58 miliar dollar AS, kinerja Pertamina menyamai perusahaan dunia yang menempati posisi ke-198, yaitu Nippon Steel Corporation dengan pendapatan 54,45 miliar dollar AS," tegasnya.

Di bawah peringkat ke-198 tersebut, terdapat beberapa perusahaan global terkenal lainnya, seperti Goldman Sachs Group, Morgan Stanley, Caterpillar, dan LG Electronic yang berada di posisi 202-207 dengan pendapatan sekitar 53 miliar dollar AS.

Sementara itu, perusahaan energi dunia lainnya, seperti Repsol dan ConocoPhillips berada di peringkat 245 dan 348.  

Fajriyah pun meyakini tahun mendatang Pertamina dapat kembali tercatat dalam daftar Fortune Global 500 dengan posisi yang lebih tinggi. 

“Restrukturisasi yang dijalankan Pertamina saat ini merupakan bagian dari transformasi bisnis sebagaimana yang dilakukan perusahaan energi kelas dunia untuk meningkatkan nilai perusahaan,”ujar Fajriyah.

Dengan dukungan semua pihak, lanjutnya, Pertamina berharap aspirasi sebagai global energy champion dapat tercapai dan mampu menempatkan BUMN ini di posisi 100 Fortune Global.

Upaya pencapaian aspirasi itu juga didorong dengan implementasi New Pertamina Clean yang merupakan komitmen manajemen dan seluruh pekerja Pertamina untuk terus berintegritas tinggi, bersih, dan transparan.

"Adapun 9 poin New Pertamina Clean di antaranya melaksanakan operasional perusahaan dengan menunjang etika bisnis dan bertanggung jawab serta berpegang teguh pada pedoman good corporate governance dan prinsip 4 NO’s (no bribery, no kickback, no gift, dan no luxurious)," ujarnya.

Poin-poin tersebut akan terus diinternalisasikan bersama dengan tata nilai amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif (AKHLAK) sehingga menjadi budaya yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan.