Advertorial

Jelang Dirgahayu RI ke-75, Pertamina Perkokoh Posisi Sebagai Perusahaan Energi Dunia

Kompas.com - 14/08/2020, 21:28 WIB
Di sektor hulu, tepatnya pada operasi perusahaan di luar negeri, ada andil anak perusahaan Pertamina International EP (PIEP) yang telah merambah ke lebih dari 13 negara untuk terus melakukan ekplorasi dan mencari sumber serta cadangan baru. (DOK. PERTAMINA) Di sektor hulu, tepatnya pada operasi perusahaan di luar negeri, ada andil anak perusahaan Pertamina International EP (PIEP) yang telah merambah ke lebih dari 13 negara untuk terus melakukan ekplorasi dan mencari sumber serta cadangan baru. (DOK. PERTAMINA)

KOMPAS.com – Menjelang hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75 tahun, PT Pertamina (Persero) telah memastikan diri sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah menjelma menjadi perusahaan energi berkelas dunia.

Tidak hanya wilayah operasinya yang sudah merambah di banyak negara, tetapi juga berbagai produk Pertamina yang telah menembus pasar global.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, perjalanan Pertamina mengemban tugas mengelola energi negara merupakan bagian yang tidak terlepas dari perjalanan sejarah  bangsa.

“Di ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 ini, Pertamina telah mampu membuktikan dirinya sebagai perusahaan energi global melalui operasi-operasi perusahaan dan penetrasi produknya ke banyak negara,” jelas Fajriyah.

Di sektor hulu, tepatnya pada operasi perusahaan di luar negeri, lanjut Fajriyah, ada andil anak perusahaan Pertamina International EP (PIEP) yang telah merambah ke lebih dari 13 negara untuk terus melakukan ekplorasi dan mencari sumber serta cadangan baru.

“Aktivitas eksplorasi yang sudah merambah banyak negara ini merupakan  catatan yang membuktikan kalau Pertamina telah menjadi perusahaan energi global,” kata Fajriyah.

Di midstream, tambahnya, melalui sub holding PT Kilang Pertamina Internasional, baru-baru ini juga telah mengelola proyek kilang dengan skala yang lebih masif untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan energi yang lebih bersih dengan cara yang bertanggung jawab secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. 

Pertamina juga sedang fokus pada pengelolaan Mega Project  Kilang yang terdiri dari program revitalisasi kilang eksisting, Residual Fuel Catalytic Cracking, RFCC Cilacap, dan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC).

Perusahaan BUMN ini pun sedang menjalankan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Cilacap, Dumai, dan Balongan. Ada pula proyek Gross Root Refinery (GRR) atau kilang baru yang masih open opportunity untuk membuka kerja sama global.

“Di pasar global, produk Pertamina sudah mampu menjawab kebutuhan pasar, seperti pelumas, bahan bakar minyak (BBM), dan Petrokimia. Produk pelumas Pertamina pun telah mampu menembus pasar di 17 negara dan kita juga memiliki satu unit produksi di Thailand dengan kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun,” kata Fajriyah.

Perkuat posisi di pasar global

Tak hanya itu, Pertamina melalui PT Pertamina Lubricants terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan pelumas kelas dunia.

Sejak 2015, PT Pertamina Lubricants sudah gencar mencari peluang overseas dan melakukan penetrasi pasar luar negeri agar jangkauan pelumas Pertamina, baik produk otomotif maupun industri dapat dikenal dan hadir di tengah masyarakat serta industri dunia.

Fajriyah mengatakan, dengan mengantongi berbagai sertifikasi dan approval dari pabrikan mesin dunia seperti original equipment manufacturer (OEM) dan mesin industri atau alat berat, PT Pertamina Lubricants juga telah melakukan ekspansi ke-17 negara di dunia. Ini dilakukan guna membangun kerja sama distributorship dan penyediaan (supply) brand pelumas lokal dengan perusahaan setempat.

“Selain itu, untuk membangun imej perusahaan pelumas kelas dunia, PT Pertamina Lubricants turut menggandeng produsen supercar dunia, yakni Automobili Lamborghini sebagai technical partner untuk mengembangkan produk pelumas Pertamina. Kerja sama sebagai technical partner ini akan terjalin sampai 2021 mendatang,” ujar Fajriyah.

Sementara itu, jaringan bisnis Pertamina di bidang pengisian bahan bakar pesawat, kata Fajriyah, telah merambah negara-negara Eropa, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Tengah dengan konsumen yang beragam, mulai dari pesawat umum, pesawat Kepresidenan, pesawat VVIP, pesawat charter, dan pesawat delivery.

Sedangkan untuk Petrokimia, Pertamina juga sedang fokus mengembangkan produk untuk menembus pasar ekspor ke  Malaysia, India, China, dan Eropa.

“Produk utama Petrokimia yang telah terjual saat ini adalah Green Coke Slack Wax, EXDO-4. Pada 2019 lalu, Pertamina juga telah berhasil memulai ekspor ke Algeria sebanyak  4.000 barel produk  SF-05, yakni berupa smooth fluid cairan kimia untuk pengeboran.

Semua prestasi yang ditoreh Pertamina ini, kata Fajriyah, merupakan bukti komitmen Pertamina sebagai perusahaan pembawa bendera negara ke kancah internasional yang siap menghadapi tantangan industri energi global.