Advertorial

Pertamina Layangkan Surat Resmi ke Fortune Global Terkait Pemeringkatan Fortune 500

Kompas.com - 17/08/2020, 11:49 WIB
Pertamina mencatatkan pendapatan 54,58 miliar dollar AS atau setara Rp 808 triliun dengan profit 2,5 miliar dollar AS. (DOK. Pertamina) Pertamina mencatatkan pendapatan 54,58 miliar dollar AS atau setara Rp 808 triliun dengan profit 2,5 miliar dollar AS.

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melayangkan surat resmi kepada pengelola Fortune Global terkait pemeringkatan Fortune 500 tahun ini yang tidak mencantumkan nama Pertamina.

Sebagai informasi, Fortune Global 500 merupakan ajang pemeringkatan yang diselenggarakan oleh majalah Fortune. Setiap perusahaan ditempatkan pada peringkat yang ditentukan berdasarkan total pendapatan dalam laporan keuangan tahun fiskal sebelumnya.

Pertamina, berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2019, berhasil meraup pendapatan sebesar 54,58 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dan laba bersih 2,5 miliar dollar AS. Capaian kinerja keuangan tersebut seharusnya dapat menempatkan Pertamina di posisi 198 Fortune Global 500 di 2020.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (17/8/2020) menjelaskan bahwa surat resmi dilayangkan Pertamina untuk mendapatkan informasi mengenai proses pemeringkatan.

Selain itu, saat ini Pertamina juga tengah melakukan upaya penelusuran dan meminta konfirmasi penyelenggara.

"Daftar yang dibuat Fortune Global 500 tersebut merupakan aksi monitoring pasif yang dilakukan Fortune, tanpa melakukan klarifikasi langsung kepada Pertamina. Dengan revenue yang diraih Pertamina pada 2019, seharusnya kami masih terdaftar di posisi 198 Fortune Global 500. Sehingga kami perlu mendapat penjelasan resmi dari institusi penyelenggara," ungkap Fajriyah.

Pertamina, lanjut Fajriyah, bahkan membukukan kinerja yang sejajar dengan perusahaan yang menempati posisi ke-198 dalam Fortune 500 tahun ini.

Perusahaan tersebut mencatat pendapatan sebesar 54,45 miliar dollar AS atau setara Rp 806 triliun. Namun, perusahaan tersebut membukukan kerugian senilai 3,97 miliar dollar AS.

Sementara, Pertamina mencatatkan pendapatan 54,58 miliar dollar AS atau setara Rp 808 triliun dengan profit 2,5 miliar dollar AS.

"Kami seharusnya tidak terlempar dari daftar, bahkan bisa sejajar dengan peringkat ke-198. Jadi sebetulnya kami masih dapat berada dalam kisaran Top 500," ujarnya.

Bahkan, lanjut Fajriyah, jika mempertimbangkan revenue yang diperoleh, Pertamina masig unggul dibandingkan perusahaan global terkenal lainnya yaitu Goldman Sachs Group, Morgan Stanley, Caterpillar, dan LG Electronic yang berada di posisi 202 – 207.

Perusahaan-perusahaan yang menempati posisi 202-207 tersebut mencatatkan pendapatan sekitar Rp 55 miliar dollar AS.

Perusahaan energi dunia lainnya seperti Repsol dan ConocoPhilips bahkan berada di peringkat 245 dan 348 pemeringkatan Fortune 500.

Namun, pihaknya optimis pada tahun mendatang Pertamina dapat kembali tercatat dalam daftar Fortune Global 500 dengan posisi yang lebih tinggi. 

Ditambah saat ini Pertamina tengah melakukan upaya restrukturisasi untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Salah satunya upaya restrukturisasi yang dilakukan Pertamina adalah implementasi New Pertamina Clean yang mendorong komitmen Komisaris, Direksi, manajemen, dan seluruh pekerja Pertamina untuk terus berintegritas tinggi, bersih, dan transparan.

“Dengan dukungan dari Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh pekerja, Pertamina berharap aspirasi sebagai global energy champion dapat tercapai dan mampu menempatkan BUMN ini di posisi 100 Fortune Global,” ujar Fajriyah.

Upaya pencapaian aspirasi ini juga didorong salah satunya dengan implementasi New Pertamina Clean yang merupakan komitmen Komisaris, Direksi, manajemen dan seluruh pekerja Pertamina untuk terus berintegritas tinggi, bersih, dan transparan.