Advertorial

Jaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Pandemi, Minum Jamu Jadi Solusi Ampuh

Kompas.com - 17/08/2020, 13:16 WIB

KOMPAS.com – Masyarakat Indonesia saat ini mulai menyadari pentingnya menjaga daya tahan tubuh, terlebih sejak pandemi Covid-19 melanda.

Beragam cara dilakukan, mulai dari berolahraga sampai mengonsumsi makanan sehat. Bahkan, konsumsi ramuan herbal seperti jamu yang tadinya dianggap kuno, kini mulai dilirik kembali.

Di Tanah Air, jamu tradisional sebenarnya sudah ada sejak lama. Jamu pun dianggap menjadi obat warisan leluhur dan dipercaya bisa mencegah berbagai macam penyakit, termasuk virus.

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (03/03/2020), peneliti dari Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom mengatakan, formula rempah-rempah dalam jamu tradisional mengandung curcumin yang berfungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru-paru.

Sebagai informasi, badai sitokin adalah sebuah proses biologis di dalam paru-paru yang terjadi karena adanya infeksi virus corona.

Atas dasar manfaat tersebut, masyarakat beramai-ramai berburu jamu atau minuman tradisional. Apalagi harga jamu relatif terjangkau karena bahan bakunya ada semua di Indonesia

Nah, berikut ini beberapa ramuan jamu yang populer dan kerap diburu masyarakat karena khasiatnya.

  1. Beras kencur

Ramuan jamu ini terdiri dari beras, kencur, dan bahan lain, seperti jahe, asam kawak, biji kedaung, garam, dan gula merah.

Jamu beras kencur berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan meredakan diare.

Minuman ini memiliki rasa manis dan aroma jahe yang khas, sehingga cocok untuk segala usia baik anak kecil hingga orang dewasa.

  1. Kunyit asam

Sesuai namanya, jamu kunyit asam ini terbuat dari perpaduan rempah-rempah kunyit dan asam Jawa.

Kunyit asam dipercaya dapat mengurangi nyeri haid, menghilangkan bau tidak sedap, mengatasi perut kembung, hingga meremajakan kulit.

  1. Pahitan

Ramuan pahitan terdiri dari beberapa rempah, seperti sambiloto atau brotowali yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.

Brotowali dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit kuning, malaria, diabetes, dan cacingan pada anak-anak.

Meskipun memiliki rasa pahit yang kuat, jamu berwarna hitam ini sangat populer karena dipercaya bisa meningkatkan stamina serta menghilangan pegal-pegal.

  1. Ramuan alang-alang

Minuman herbal dari akar tanaman alang-alang dipercaya dapat melancarkan buang air kecil, dan membantu meredakan gejala panas dalam.

Proses pembuatannya yang dicampur dengan jahe membuat ramuan alang-alang memiliki rasa segar, dan memberikan efek hangat di tenggorokan.

Nah itulah berbagai jenis jamu dengan berbagai manfaat dan khasiatnya.

Untuk mendapatkan manfaat dari jamu, kamu bisa lho meraciknya sendiri, dan mengonsumsinya secara rutin.

Akan tetapi kalau tak mau repot, kamu juga bisa membeli jamu yang sudah diracik dalam kemasan di Tokopedia. Jadi, kamu hanya perlu menyeduhnya saat ingin mengonsumsi.

Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Indonesia, Tokopedia menggelar promo hari kemerdekaan dalam program Bangga Buatan Indonesia Tokopedia.

Selain jamu, Tokopedia juga menyediakan berbagai diskon untuk pembelian makanan, minuman, dan produk khas Indonesia lainnya.

Jadi, cek #BanggaBuatanIndonesia di Tokopedia! Beli produk lokal dan manfaatkan promo Bebas Ongkir Tokopedia! Yuk, tetap sehat dan sebarkan semangat Indonesia!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau