Advertorial

Kembangkan Ekonomi Desa, Pertamina dan Kemendagri Bangun 4.308 Pertashop

Kompas.com - 18/08/2020, 13:13 WIB
Mendagri Tito Karnavian bersama dengan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bekerja sama bangun 4.308 Pertashop. (Dok. Pertamina) Mendagri Tito Karnavian bersama dengan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bekerja sama bangun 4.308 Pertashop.

KOMPAS.com – Untuk mendukung cita-cita Indonesia Maju, Pertamina bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia membangun 4.308 Pertashop di wilayah desa.

Pertashop merupakan salah satu wujud pembinaan umum Kemendagri terhadap pemerintah daerah dan desa dalam upaya menumbuhkembangkan pola inovatif percepatan peningkatan kapasitas.

Program ini mendorong tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa yang bertumpu pada proses pembelajaran manajemen di dalam masyarakat.

“Nantinya dapat menumbuhkan simpul-simpul jaringan pemberdayaan untuk memperkuat ekonomi lokal,” ujar Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Selasa, (18/8/2020).

Tito berharap kehardiran Pertashop ini dapat mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di pedesaan dan mendorong tumbuhnya inovasi desa melalui kemitraan.

Dalam keterangannya, Tito juga menambahkan bahwa konsep Pertashop bertujuan untuk melayani kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan (liquefied petroleum gas) LPG ke seluruh wilayah Indonesia, mendekatkan konsumen akhir, dan pengembangan penguasaan outlet sampai pada level pedesaan.

“Konsep yang dikembangkan dalam Pertashop ini adalah skema kerja sama antara Pemerintah, Pertamina dan Mitra Desa,” imbuh Tito.

Kolaborasi Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa dengan Pertamina ini merupakan penguatan dan reorientasi pendekatan pembangungan pemerintahan desa dengan paradigma baru untuk menjawab ketertinggalan pembangunan desa yang berdampak terhadap masyarakat.

Bukan hanya itu, kerja sama ini juga menjadi salah satu poin penting dalam upaya pengarusutamaan desa dalam pembangunan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Tito berpesan agar pemerintah daerah bersama pemerintah desa mengacu pada nota kesepahaman kerja sama antara Kemendagri dan Pertamina agar dapat segera melakukan pemetaan lokasi potensial dengan omzet 400 liter per hari.

Pemerintah daerah juga diimbau untuk melakukan sosialisasi terkait pembangunan dan pengoperasian Pertashop pada masyarakat.

Pada 2020, setidaknya sebanyak 4.308 outlet masuk dalam target rencana percepatan dan pengembangan program. Sebanyak 2.376 outlet berada di daerah berkembang dan 1.932 outlet berlokasi di daerah yang potensial, antara lain Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.

Dari target tersebut, hingga Agustus 2020, Pertamina telah merealisasikan pembangunan 500 unit Pertashop yang telah siap beroperasi di 23 provinsi.

Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, pembangunan Pertashop akan terus berlanjut hingga menjangkau 3.827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan LPG pada 2020.

”Pertamina akan memprioritaskan pelaku UMKM serta lembaga usaha yang ada di desa sebagai pengelola Pertashop,” ujar Nicke.

Nicke juga mengungkapkan bahwa Pertashop sejalan dengan Program pertamina One Village One Outlet (OVOO). Dengan demikian, nantinya Pertashop akan menjadi pusat ekonomi baru yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

”Bagi Pertamina, Pertashop dan juga BBM Satu Harga merupakan pelaksanaan amanah undang-undang untuk menyediakan energi hingga pelosok negeri untuk mewujudkan energi yang berkeadilan demi terwujudnya Indonesia Maju sesuai yang dicita-citakan,” kata Nicke.