Advertorial

KompasTV Dukung Upaya Pencegahan Penularan Covid-19, Gunakan Masker Sebelum dan Sesudah Siaran

Kompas.com - 18/08/2020, 16:38 WIB

KOMPAS.com - Mulai Sabtu (15/08/20), presenter berita KompasTV akan intensif menggunakan masker sebelum dan sesudah siaran di semua program berita KompasTV.

Tidak sebatas menggunakan masker, tetapi di awal dan akhir segmen berita juga akan ditampilkan edukasi bagaimana penggunaan masker yang baik dan benar.

Hal ini merupakan salah satu strategi KompasTV untuk ambil bagian dalam pemutusan rantai penularan Covid-19 serta mengingatkan masyarakat Tanah Air agar terus waspada, menjaga diri, dan sadar bahaya Covid-19 masih mengancam kesehatan.

Masyarakat diharapkan akan terbiasa dan disiplin untuk menggunakan masker selama menjalani aktivitas.

Direktur Pemberitaan KompasTV Rosianna Silalahi mengatakan, “Ini adalah komitmen kami di redaksi untuk bersama-sama membantu memutus rantai penularan Covid-19 yang angkanya masih tinggi di Indonesia. Sebagai lembaga penyiaran yang menggunakan frekuensi publik, kami wajib mengingatkan masyarakat untuk disiplin bermasker dengan contoh yang kami tampilkan di layar”.

Dalam rangka mendukung pemerintah untuk menggencarkan penggunaan masker di masa pandemi Covid-19, KompasTV berkomitmen penuh mengkampanyekan penggunaan masker demi mencegah penularan Covid-19.

Penggunaan masker juga harus didukung dengan menjalankan protokol kesehatan seperti, rajin mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta terus memperhatikan sirkulasi udara secara baik.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Tercatat dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pasien positif Covid-19 hingga Jumat (14/8/2020), telah mencapai 135.123 orang.

Peningkatan kasus tersebut membuat upaya pencegahan Covid-19 terus-menerus digalakkan. Salah satunya melalui kampanye wajib menggunakan masker.

Penggunaan masker terbukti dapat menekan penularan virus, dalam hal ini termasuk virus Corona.

Direktur Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan 80 persen masyarakat Indonesia sudah patuh menggunakan masker, sisanya belum mematuhi penggunaan masker.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau