Advertorial

Pertamina dan Chandra Asri Teken Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Bisnis Petrokimia Nasional

Kompas.com - 26/08/2020, 15:29 WIB
Penandatanganan Head of Agreement antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (Dok. Pertamina) Penandatanganan Head of Agreement antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

KOMPAS.com – Guna menekan impor petrokimia sekaligus mengembangkan bisnis petrokimia di dalam negeri, PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Penandatanganan HoA dilakukan oleh Direktur Utama PT KPI Ignatius Tallulembang dan Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra. Acara ini berlangsung di Gedung Utama PT Pertamina, Jakarta pada Selasa (25/8/2020) dan disiarkan secara daring.

Sebelumnya, Pertamina dan Chandra Asri Petrochemical telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 1 Oktober 2019 untuk menjalin sinergi bisnis petrokimia nasional.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, sebagai salah satu bentuk pengembangan bisnis dan mitigasi jangka panjang, petrokimia akan menjadi bisnis masa depan bagi kedua perusahaan.

“Pada 2019, waktu itu kami melakukan penjajakan secara umum untuk melihat potensi kerja sama, melihat peluang pengembangan petrochemical dalam rangka menurunkan impor. Hal tersebut sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan pabrik yang menghasilkan impor substitution,” ujar Nicke dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Secara khusus, Pertamina sendiri telah menghasilkan beberapa produk yang menjadi bahan baku petrokimia. Tak heran, perusahaan ini bersama Chandra Asri pun siap untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Terlebih lagi, Pertamina sudah memiliki kilang berbasis petrokimia, seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Balongan, Cilacap, dan Dumai.

“Kami upgrade dan tingkatkan kerja sama hulu dan hilir. Kemudian, agar bagaimana produk petrokimia di Indonesia bisa kompetitif dan bisa masuk dan leading di Asia itu tugas bersama,” kata Nicke.

Untuk mendukung bisnis petrokimia merajai pasar dalam negeri, pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Pertamina akan terus membangun petrochemical plant yang diintegrasikan dengan kilang-kilang Pertamina hingga 2026 mendatang.

“Inilah waktu yang tepat untuk bersinergi karena musuh bersama adalah bagaimana caranya melawan ketergantungan terhadap impor. Karena itu, semua pihak perlu bersinergi agar Indonesia bisa lebih mandiri,” ujar Nicke.

Di sisi lain, Komisaris PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Agus Salim Pengestu mengaku senang dengan adanya kerja sama dengan Pertamina dalam bisnis petrokimia. Menurutnya, ada banyak opportunity eksplorasi bisnis petrokimia dalam negeri maupun Asia. 

Agus menambahkan, usai penandatanganan kerja sama ini, kedua pihak nantinya akan mulai melakukan studi kelayakan. Ia pun berharap industri petrokimia di Indonesia semakin maju.

“Kami yakin bahwa potensi kerja sama di antara kedua pihak masih luas. Proyek-proyek dalam HoA ini hanya langkah awal saja. Kami berupaya mencapai kesepakatan dan bekerja sama demi kemajuan negara tercinta ini," ujar Agus.