Advertorial

Berkarakter, Parfum Unisex Lokal Ini Ciptakan Aroma yang Tak Terlupakan

Kompas.com - 28/08/2020, 09:15 WIB

KOMPAS.com - Tak hanya sekadar wewangian untuk tubuh, aroma parfum bisa menggambarkan kepribadian dan karakter seseorang. Selain itu, parfum juga bisa meningkatkan mood dan rasa percaya diri.

Parfum sendiri bukan barang langka dan mudah ditemukan di pusat-pusat perbelanjaan dan toko online. Mayoritas parfum yang beredar di pasaran merupakan produk impor dan dibanderol dengan harga cukup mahal.

Meski demikian, para penggemar parfum bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, saat ini telah hadir berbagai pilihan parfum lokal berkualitas yang tidak kalah dengan produk impor. Harga yang ditawarkan pun jauh lebih terjangkau.

Salah satu merek parfum lokal yang patut dilirik adalah HMNS (dibaca: Humans). Sesuai namanya, merek ini memiliki prinsip “made for humans”. Hal itu diwujudkan lewat aroma parfum yang berkarakter dan cenderung disukai oleh banyak orang.

Founder HMNS Rizky Arief Dwi menyampaikan, produk parfum merek ini akan membuat setiap penggunanya memiliki karakter wewangian yang unik dan berbeda dengan lainnya.

“Kami ingin HMNS bisa melengkapi penampilan dan statement seseorang. Ketika seseorang bisa hadir dengan performa terbaiknya karena menggunakan parfum dari HMNS, maka ada hal yang bisa orang lain ingat dari dia,” ujar Rizky seperti diwartakan Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Upaya tersebut diwujudkan HMNS dengan menghadirkan notes amber di setiap varian produk. Amber memiliki sifat tahan lama dan akan berbaur dengan aroma badan penggunanya.

“Farhampton” yang meledak

HMNS sempat menghebohkan para pecinta parfum Indonesia pada Juli 2020. Sebab, rilisan varian terbaru mereka, Farhampton, sold out alias terjual habis dalam waktu empat jam saja. Saat itu, jumlah stok yang terjual mencapai 3.000 buah.

Farhampton sendiri merupakan parfum dengan kategori extrait de parfum. Artinya, parfum ini ada di kelas teratas dengan komposisi pure fragrance tertinggi, yakni sekitar 30-45 persen ketimbang komposisi lainnya.

Varian tersebut hadir dalam warna kemasan serbahitam yang terinspirasi dari salah satu serial komedi situasi ternama dunia, yaitu How I Met Your Mother. Serial itu merupakan tontonan favorit para pendiri HMNS saat masih duduk di bangku kuliah.

Parfum tersebut juga mudah digenggam dan kokoh saat diletakkan di berbagai permukaan. Hal ini berkat desain botol yang berbentuk kotak minimalis.

Rizky menjelaskan, Farhampton memiliki aroma yang cukup maskulin. Meski demikian, varian ini merupakan parfum unisex yang dapat digunakan oleh pria dan wanita.

“Farhampton sifatnya lebih maskulin, dipakai kebanyakan oleh cowok, cewek juga bisa (pakai) tapi karakternya maskulin. Yang pasti enggak usah khawatir hasilnya enggak enak,” terang Rizky.

Komposisi notes varian Farhampton (Dok. HMNS) Komposisi notes varian Farhampton

Farhampton diciptakan oleh para pendiri HMNS untuk mengobati kekecewaan akibat parfum kesayangan mereka tidak lagi diproduksi. Lewat varian ini, para pendiri HMNS mencoba menghidupkan kembali aroma parfum tersebut.

Tak tanggung-tanggung, mereka bekerja sama dengan perfumer atau pencipta parfum Indonesia yang merupakan lulusan terbaik di ISIPCA, perguruan tinggi kosmetik dan parfum ternama di Versailles, Prancis.

Kamu tidak perlu khawatir bila belum sempat mendapatkan Farhampton di batch pertama. Sebab, HMNS akan kembali merilis varian terbaru ini pada 27-29 Agustus 2020 secara daring. Sebagai informasi, Farhampton kemasan 100 ml dibanderol seharga Rp 335.000.

Jadi tunggu apa lagi? Jangan sampai kehabisan lagi ya, segera kunjungi akun Instagram HMNS (@hmns.id) untuk informasi selengkapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau