Advertorial

Pertagas Resmi Alirkan Gas ke Power Plant BOB Siak

Kompas.com - 29/08/2020, 09:10 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina Gas (Pertagas) secara resmi telah melakukan pengaliran gas (gas-in) ke lokasi pembangkit listrik (power plant) BOB Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

Pertagas berharap, dengan adanya aliran gas ini, tidak ada lagi kendala operasi kelistrikan. Selain itu, mengurangi biaya operasional dalam untuk meningkatkan produksi minyak bumi di BOB PT BSP-Pertamina Hulu.

Peresmian pengaliran gas tersebut dilakukan secara langsung di lokasi power plant BOB Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (28/8/2020).

Peresmian yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh Sekjen dan Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Siak Alfedri, dan Direktur PT Bumi Siak Pusako Iskandar.

Turut hadir pula Direktur PT Pertamina Gas Wiko Migantoro, Direktur PT PHE CPP Taufik Aditiyawarman serta pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pengaliran gas ini.

Peresmian ini merupakan tindak lanjut dari menandatangani kerja sama yang Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara BOB PT BSP- Pertamina Hulu dan PT Pertamina Gas pada Oktober 2019.

Pertagas, dalam perjanjian tersebut, menyediakan gas yang dibutuhkan oleh BOB PT BSP-Pertamina Hulu sebesar 6 MMSCFD untuk kebutuhan operasi Pembangkit Listrik di Wilayah Kerja Blok CPP. Blok tersebut dibangun untuk memenuhi target produksi minyak bumi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Untuk mengalirkan gas yang sumbernya berasal dari KKKS PHE Jambi Merang, selanjutnya PT Pertamina Gas bekerja sama dengan PT BSP Zapin yang merupakan anak perusahaan dari PT Bumi Siak Pusako.

Kerja sama tersebut dijalin untuk membangun pipa distribusi gas beserta fasilitasnya di titik TGI SV 1401 yang berada di Kecamatan Koto Gasib sepanjang 67 km menuju Pembangkit Listrik BOB PT BSP-Pertamina Hulu yang berada di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pembangunan pipa distribusi gas ini berjalan lancar meski dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Penyaluran gas berdampak pada penghematan biaya produksi BOB Siak hingga 1 juta dollar Amerika Serikat (AS) per bulan atau 12 juta dollar AS per tahun. (DOK. Pertamina) Penyaluran gas berdampak pada penghematan biaya produksi BOB Siak hingga 1 juta dollar Amerika Serikat (AS) per bulan atau 12 juta dollar AS per tahun.

Ia mengatakan pengaliran gas sudah dilaksanakan Rabu, (25/8/2020), lebih cepat dari target yang diharapkan selesai pada September 2020.

“Jadi proyek ini sudah selesai dilaksanakan dan selesai lebih cepat dari yang direncanakan selesai pada September 2020 namun sekarang sudah bisa dioperasikan. Pipa gas sepanjang 67 kilometer ini tentu bisa menyerap anggaran yang dapat membantu peningkatan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Nicke.

Nicke mengatakan, Riau merupakan provinsi yang strategis bagi Pertamina grup, di mana banyak aktifitas pekerjaan migas yang dilakukan Pertamina dan anak usahanya baik di hulu maupun hilir Provinsi Riau.

Dia juga berharap, program ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Siak.

Selain itu, Nicke juga mengatakan seluruh produksi dan distribusi, baik gas maupun BBM dan juga LPG untuk industri maupun untuk masyarakat Riau dilakukan Pertagas.

“Dari sisi tugas kita dalam menjaga ketahanan energi nasional, Pertamina juga telah melakukan pemenuhan lifting minyak yang dilakukan BOB PT BSP - Pertamina Hulu, sehingga tanggal 25 Agustus kemarin Pertagas telah melakukan ujicoba penyaluran gas untuk pembangkit listrik BOB,” katanya.

Sementara itu, General Manager BOB PT BSP Pertamina Hulu Raihan mengatakan, penyaluran gas ini berdampak pada penghematan biaya produksi BOB Siak. Bahkan penghematan bisa hingga 1 juta dollar Amerika Serikat (AS) per bulan atau 12 juta dollar AS per tahun.

“Mulai hari ini, BOB PT BSP Pertamina Hulu disuplai secara penuh oleh Pertagas, sebagai pemasok gas yang baru dan kita harapkan secara biaya akan hemat hingga 1 juta dollar AS per bulan, sehingga tercapainya tingkat produksi minyak yang optimal dari BLOK CPP ini,” ujar Raihan.

Gubernur Riau Syamsuar menyambut baik penyaluran perdana gas ke BOB PT BSP-Pertamina Hulu ini. Dia mengatakan, kehadiran Pertagas untuk menyalurkan gas ke BOB di Siak ini sangat bermanfaat untuk efisiensi biaya produksi.

 “Karena Pemrov Riau dan pemerintah daerah di Riau selama ini juga masih bergantung dengan dana bagi hasil migas yang merupakan penghasilan terbesar di Provinisi Riau,” kata Syamsuar.

Dia juga berharap, proses penyaluran gas ini tidak ada kendala dan dapat meningkatkan kinerja di ladang minyak Blok CPP.

Untuk diketahui, selama ini BOB PT BSP - Pertamina Hulu mendapatkan suplai gas dari KKKS EMP Malacca Strait. Namun Perjanjian Jual Beli Gas dengan EMP Malacca Strait telah berakhir pada 4 Agustus 2020.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau