Advertorial

Terus Lampaui Target Pemanfaatan TKDN, Pertamina Berkomitmen Gerakkan Perekonomian Nasional

Kompas.com - 31/08/2020, 18:59 WIB

KOMPAS.com – Dalam rangka menggerakkan perekonomian nasional, PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap dengan target 30 persen di tahun 2020 hingga mencapai target 50 persen pada 2026.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat amanah dan tanggung jawab untuk mendorong pergerakan ekonomi nasional.

Salah satu caranya dengan terus meningkatkan pemanfaatkan produk dalam negeri serta melibatkan industri domestik dalam proses bisnis dan proyek yang sedang dijalankan.

“Sesuai data hasil evaluasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), selama 3 tahun terakhir, yaitu 2017-2019, TKDN Pertamina telah mencapai rata-rata 45,8 persen,” ungkapnya.

Menurut Fajriyah, sebagai bukti nyata komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan pemanfaatan TKDN, realisasi TKDN Pertamina hingga pertengahan tahun 2020 telah mencapai rata-rata 54 persen.

Adapun rincian pemanfaatan TKDN Pertamina berupa barang sebesar 43 persen dan jasa mencapai 65 persen. Nilai ini lebih tinggi dari standar TKDN dalam proyek Pertamina tahun 2020, yakni sebesar 30 persen.

Konsistensi penguatan komponen dalam negeri yang dilakukan Pertamina tersebut dipercaya akan memperkuat industri nasional, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian nasional. 

Fajriyah menambahkan, untuk menjamin nilai komponen dalam negeri terus meningkat, Pertamina juga  melakukan program strategis TKDN yang direalisasikan melalui enam langkah.

Pertama, merumuskan Sistem Tata Kerja (STK) TKDN yang berlaku untuk seluruh Pertamina Group. Kedua, melakukan alignment STK pengadaan barang dan jasa dengan STK TKDN agar sesuai regulasi.

Ketiga, merumuskan dan mengimplementasikan key performance indicators (KPI) terkait TKDN. Selanjutnya, mengembangkan digital dashboard dan e-katalog TKDN Pertamina.

Kelima, meningkatkan sinergi dengan surveyor, mulai dari tahap perencanaan, monitoring realisasi, dan compliance TKDN.

Terakhir, terus melakukan penguatan sinergi dengan pemerintah, industri manufaktur, perbankan dan sinergi antar BUMN dalam peningkatan TKDN.

“Pertamina terus berupaya bersinergi dengan pemerintah dan industri dalam negeri, baik BUMN maupun swasta, untuk memastikan bahwa kehadiran bisnis dan proyek Pertamina dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara dengan menggerakan perekonomian nasional,” ucap Fajriyah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau