Advertorial

Hindari PHK, Pertamina Tetap Kejar Target Operasi Produksi Migas Nasional

Kompas.com - 01/09/2020, 14:15 WIB
Truk distribusi minyak dan gas bumi Pertamina (Dok. Pertamina) Truk distribusi minyak dan gas bumi Pertamina

KOMPAS.com – Tidak bisa dimungkiri, dampak pandemi Covid-19 sangat memengaruhi semua sektor industri, termasuk minyak dan gas bumi (Migas). Namun, di tengah-tengah dampak tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya tetap fokus mengejar target operasi dan produksi migas demi menjaga ekosistem migas nasional serta berkontribusi bagi negara.

Dibuktikan dari sektor hulu per Juli 2020, produksi migas Pertamina Group masih mencatatkan hal positif dengan aset domestik maupun internasional yang mencapai 98 persen, atau 875 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Rinciannya, produksi minyak bumi sebesar 410 ribu barel per hari (MBOPD), dan produksi gas bumi sebesar 2.692 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan industri hulu migas global mengalami dampak yang sangat berat di masa pandemi Covid-19. Pengurangan aktivitas di luar rumah yang terjadi di hampir semua negara membuat turunnya permintaan terhadap bahan bakar sehingga terjadi pasokan yang melimpah di sektor tersebut.

Hal ini mengakibatkan komoditas bahan bakar maupun minyak mentah berada di level terendah. Mengantisipasi hal tersebut, perusahaan migas terus berupaya mempertahankan performa produksi dengan melakukan berbagai penyesuaian, baik dari segi protokol Covid-19 maupun aspek operasional.

“Hingga Juli 2020, meskipun dalam kondisi yang mengharuskan dilakukannya optimalisasi biaya dan efisiensi, secara umum kinerja hulu Pertamina domestik dan internasional tetap berjalan dengan baik,” ujar Fajriyah.

Terbukti Pertamina telah menyelesaikan pengeboran eksplorasi sebanyak 8 sumur, pengeboran eksploitasi sebanyak 182 sumur dan pekerjaan workover sebanyak 362 sumur demi mencapai target produksi migas.

Selain eksploitasi, Pertamina juga terus mengintensifkan kegiatan eksplorasi. PEP mampu menorehkan capaian terbaik dengan discovery sumber daya migas baru di Cekungan Jawa Barat, tepatnya di sumur Akasia Prima-1 (AKP-1) dan di sumur Wolai-002 di Sulawesi Tengah.

“Sebagai perusahaan negara yang bertugas mengelola energi nasional, Pertamina bersama anak usaha sektor hulu bergerak mengejar target produksi demi menjaga keberlangsungan industri migas nasional,” ujar Fajriyah.

Fajriyah menambahkan, Pertamina juga optimis menjalankan amanah untuk memutar roda perekonomian dan menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan tetap mengoperasikan wilayah kerja hulu maupun sejumlah proyek strategis lainnya, seperti Proyek RDMP Balikpapan, Proyek Aromatic TPPI, Proyek Jambaran Tiung Biru, dan Proyek PLTG Jawa-1.

Adapun di sisi lain, Pertamina juga tetap memastikan seluruh aktivitas di Hilir maupun distribusi juga tetap berjalan baik.

"Terdapat 1,2 juta tenaga kerja yang langsung terkait dengan seluruh aktivitas bisnis Pertamina yang diupayakan untuk tetap dipekerjakan dan tidak dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)," kata Fajriyah.