Advertorial

Pastikan Stok Jabar Aman, Mentan Pantau Gudang Pupuk Subsidi Pupuk Kujang

Kompas.com - 05/09/2020, 18:46 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi gudang pupuk milik dua anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yakni PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gresik di Indramayu, Sabtu (5/9/2020) (DOK. Humas Pupuk Indonesia) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi gudang pupuk milik dua anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yakni PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gresik di Indramayu, Sabtu (5/9/2020)

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan ke gudang pupuk milik dua anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), yakni PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gresik di Indramayu, Sabtu (5/9/2020).

Hal ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi jelang musim tanam kedua pada Oktober mendatang.

Dalam kunjungannya tersebut, Syahrul disambut langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Indramayu Taufik Hidayat, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi, serta Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang Robert Sarjaka.

"Saya sudah jalan di beberapa provinsi dan hari ini saya ada di Jawa Barat. Ada dua gudang pupuk yang hari ini saya lihat. Punya Pupuk Kujang dan punya Petrokimia Gresik. Pesan saya, kesiapan pupuk kita cukup baik," kata Syahrul di sela tinjauannya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Dia mengatakan, dirinya mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk terus melakukan recheck terhadap kesiapan, ketersediaan, dan ketepatan distribusi pupuk. Menurutnya, hal tersebut juga harus diimbangi dengan produktivitas hasil pertanian.

"Jadi, kalau kami kasih pupuk, harus bisa dijamin produktivitasnya naik. Bukan cuma bagi-bagi saja, melainkan harus diyakinkan oleh Bapak Bupati Indramayu. Kalau ditambah pupuknya segini, produktivitasnya akan naik," ujarnya lagi.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, Syahrul memastikan ketersediaan stok terlebih dulu, kemudian keamanan persediaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kegiatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan stok pupuk dalam jumlah yang aman. Untuk stok pupuk urea bersubsidi yang tersedia di gudang Kabupaten Indramayu sampai dengan 31 Agustus 2020 mencapai 7.340 ton.

Realisasi penyaluran wilayah Indramayu untuk urea mencapai 48.950 ton atau 101 persen dari ketentuan Dinas Pertanian (Distan) sebesar 48.036 ton. Selain pupuk urea, kesiapan stok Petroganik sebanyak 714 ton atau 1.758 persen dari ketentuan stok sebesar 40 ton.

"Stok pupuk tersebut kami siapkan di gudang untuk siap disalurkan kapan pun jika alokasi subsidi ditambah untuk petani sehingga petani tidak perlu menunggu lama untuk mengaplikasikan pupuknya," imbuhnya.

Sementara itu, stok pupuk urea bersubsidi wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah tercatat sebanyak 122.533 ton atau 1.147 persen dari ketentuan Distan sebesar 10.687 ton.

Kemudian, sampai pada 30 Agustus 2020, pihaknya telah menyalurkan 104 persen pupuk subsidi kepada petani.

"Jumlah tersebut setara dengan sekitar 475.818 ton pupuk dari ketentuan Distan sebesar 457.188 ton dan Pupuk Kujang sudah menyalurkan sesuai alokasi dari pemerintah," tambahnya.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, Maryadi juga mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitor penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan.

Pada saat ini, kios resmi yang tersebar di wilayah Indramayu sebanyak 460 kios.

“Saat ini, kami sebagai produsen pupuk telah semaksimal mungkin menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi dan sesuai dengan kebutuhan yang terdata di e-RDKK,” terangnya.

Pihaknya juga berkoordinasi intens dengan AE Penyuluh Pertanian Lapangan agar stok terserap dengan tepat tiap wilayahnya.

Selain itu, Pupuk Kujang juga mewajibkan para distributor agar selalu menyiapkan stok pupuk non-subsidi jenis urea, NPK, dan organik di setiap kios.

Hal tersebut untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.