Advertorial

Pertamina Berhasil Ekspor Perdana HSD 0.005-%S Senilai USD 9,5 Juta

Kompas.com - 06/09/2020, 19:18 WIB

KOMPAS.com - Selaku pemain hilir, Pertamina Kilang Balikpapan menjawab tantangan dan permintaan pasar akan bahan bakar diesel bermutu tinggi.

Hal tersebut diwujudkan dengan pengapalan dan penyaluran perdana 200,000 barrel atau setara dengan 31,800 kilo liter (KL) produk High Speed Diesel 50 PPM Sulphur (HSD 0.005-%S) ke Malaysia melalui kapal MT. Ridgebury Katherine Z, Sabtu (5/9/2020).

Pelepasan kapal disaksikan langsung oleh General Manager Refinery Unit V Balikpapan Eko Sunarno beserta jajaran. Kapal yang mengangkut produk HSD 0.005-%S dengan nilai ekspor 9,5 juta dollar AS itu akan menempuh waktu 4-5 hari sebelum tiba di Malaysia.

Eko menyampaikan, produk tersebut merupakan hasil dari fraksi diesel di Unit Secondary Kilang Balikpapan. HSD 0.005-%S merupakan produk terbaru dari kilang Balikpapan yang memiliki Sulphur 50 PPM atau setara dengan produk diesel standar Euro 4.

“Pandemi Covid-19 menyebabkan adanya penurunan permintaan bahan bakar. Maka dari itu, Pertamina, khususnya RU V, berkomitmen mengupayakan keberlanjutan pasokan energi dan operasional kilang dengan menjawab tantangan dan demand pasar akan produk HSD tersebut,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (6/9/2020).

Eko menambahkan, selain berstandar Euro 4, HSD 0.005-%S memiliki kelebihan lain, yakni Cetane Index minimal 50 (Cetane Number minimal 53) dan flash point minimal 60 derajat celcius.

Selain itu, produk tersebut pun telah memenuhi syarat spesifikasi dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no. 20 Tahun 2017, yakni memiliki angka Cetane Number minimal 51 dan kandungan sulfur maksimal 50 PPM.

“Kita patut bangga karena Indonesia dapat memproduksi HSD 0.005-%S dengan kapasitas 200.000 barrel per bulan di kilang Balikpapan dan 100.000 barrel per bulan di kilang Dumai,” ujarnya.

Eko berharap, setiap insan Pertamina, khususnya di kilang Balikpapan dapat melakukan inovasi. HSD 0.005-%S adalah salah satu bukti bahwa kilang ini memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan diri.

“Untuk itu saya mengajak pekerja untuk terus mengembangkan kapabilitas dan kemampuan untuk terus berinovasi menjawab tantangan kedepan,” imbuh Eko.

Kedepannya, lanjut Eko, akan ada rencana ekspor HSD 0.005-%S sejumlah 200.000 barrel (31.800 KL) pada periode Oktober hingga Desember 2020 setiap bulannya dengan tujuan pasar internasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau