Kabar pembangunan

Bidik Predikat UNESCO Global Geopark, Belitung Terapkan Wisata dengan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 09/09/2020, 09:35 WIB

KOMPAS.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memastikan kesiapan obyek wisata geopark dan geosite di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai obyek wisata kelas dunia.

Kesiapan tersebut ditunjukkan dalam kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Gugus Tugas Kementerian PPN/Bappenas untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (4/9/2020).

Suharso menegaskan bahwa pariwisata adalah game changer untuk Bangka Belitung agar dapat menghadirkan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan.

“Kehadiran Kementerian PPN/Bappenas di sini, pertama untuk memastikan perencanaan karena Kementerian PPN/Bappenas itu kan pendekatannya THIS, Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial,” ujar Suharso dalam diskusi bersama Gubernur Belitung Erzaldi Rosman beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, dan Pemkab Belitung Timur.

Dalam diskusi tersebut, Suharso membahas sejumlah agenda pembangunan seperti infrastruktur penunjang geopark dan geosite, pariwisata, pertambangan, lingkungan hidup, hingga pelayanan kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Kami (Bappenas) di sini, kami catat untuk dibawa pulang dan dipikirkan secara khusus karena Bangka Belitung harusnya miliki potensi mengembangkan ekonomi jika dukungan pemerintah pusat terus digulirkan,” ujar Suharso yang juga menyempatkan untuk meninjau pelaksanaan proyek Embung Konservasi Kolong Mempaya.

Salah satu potensi yang dimiliki Babel adalah GeositeOpen Pit Nam Salu, bekas tambang timah terbesar di Asia Tenggara. Geosite tersebut tengah menanti keputusan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO untuk mendapatkan predikat UNESCO Global Geopark (UGG).

 “Semoga pada November yang akan datang, Belitung bisa berjuang di Paris, dan geopark di Belitung ini benar-benar masuk di dalam daftar warisan dunia,” ujar Suharso, pada Jumat (4/9/2020).

Dalam rapat bersama Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman beserta jajaran pada Jumat (4/9), Suharso membahas infrastruktur penunjang geopark dan geosite, pariwisata, pertambangan, lingkungan hidup, hingga pelayanan kesehatan dan pencegahan Covid-19. (Dok. E Siagian/Harian Kompas) Dalam rapat bersama Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman beserta jajaran pada Jumat (4/9), Suharso membahas infrastruktur penunjang geopark dan geosite, pariwisata, pertambangan, lingkungan hidup, hingga pelayanan kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Sebelumnya, Suharso juga telah meresmikan Pusat Informasi Geologi (PIG) Pulau Belitung di Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur.

Pembangunan PIG bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat tentang keragaman geologi, dinamika bumi, sejarah kehidupan, potensi bencana, serta sumber daya geologi dan pemanfaatannya.

PIG Pulau Belitung diharapkan mampu menumbuhkan budaya pelestarian dan rasa memiliki sehingga ekosistem geopark dapat dilestarikan. 

“Itulah mengapa geopark juga menjadi bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals. Ke depan, kita akan mengembangkan ecotourism. Kita akan mengembangkan pariwisata yang sifatnya one stop tourism,” kata Suharso.

Demi mempersiapkan sebagai obyek wisata geosite berkelas internasional, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Himawan Hariyoga yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja mendorong penataan GeositeOpen Pit Nam Salu.

 “Kita perlu melakukan pemetaan, apa yang perlu dikembangkan dalam konteks geosite menjadi wisata eks tambang yang menarik, apa saja informasi yang dibutuhkan, serta infrastruktur yang seperti apa yang harus dibangun,” ujar Himawan.

GeositeOpen Pit Nam Salu ini telah memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata 2019-2020 sebesar Rp 928 juta untuk pembangunan tempat ibadah, toilet, sumber air bersih, dan kios cendera mata.

Himawan meyakini bahwa geosite ini mampu mendorong perekonomian masyarakat karena sudah menjadi salah satu destinasi wisata menarik bagi wisatawan mancanegara.

Pengembangan dan pembukaan kembali obyek wisata Nam Salu, kata Himawan, juga mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Kedua faktor tersebut menjadi kunci agar pariwisata bisa kembali bangkit di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Faktor keamanan itu menjadi salah satu kunci, makanya kita melihat di sini, kira-kira dari segi pengembangan infrastrukturnya, apa sih yang perlu diperkuat lagi,” kata Himawan.

Himawan menambahkan, Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Gugus Tugas Kementerian PPN/Bappenas untuk Percepatan Penanganan Covid-19 ini juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga komunitas dan masyarakat setempat untuk pembangunan geopark dan geosite Belitung yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau