Advertorial

Pastikan Pertashop Gunakan 71 Persen TKDN, Pertamina Gandeng 9 Perusahaan Nasional

Kompas.com - 11/09/2020, 10:47 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

KOMPAS.com – Pertamina menggandeng 9 perusahaan untuk memastikan pembangunan Pertashop menggunakan 71 persen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Adapun kesembilan perusahaan tersebut terdiri dari 3 BUMN yaitu PT Pindad (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, serta 6 perusahaan swasta nasional yang memiliki pabrik di Purwakarta. Bogor, Bekasi, Padang, dan Balikpapan

Sebagai informasi, Pertashop adalah gerai mini yang dapat dikelola oleh masyarakat yang ingin berwirausaha dengan memasarkan produk-produk Pertamina.

Pertashop merupakan program bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang didukung Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintahan Desa di seluruh Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di perdesaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan saat ini sebagian besar material untuk membuat modular hingga totem Pertashop dibuat oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Pembuatannya pun sepenuhnya dilakukan oleh tenaga kerja dalam negeri.

“Dengan demikian, TKDN dalam Pertashop hingga saat ini telah mencapai 71 persen dan akan terus ditingkatkan sejalan penambahan mitra pabrikasi dalam negeri untuk proses pembangunannya dalam rangka mengejar target operasional 4.558 outlet Pertashop di akhir 2020,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com (11/9/2020).

Ia mengatakan tingginya TKDN dalam pembangunan Pertashop merupakan komitmen Pertamina untuk mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri. Diharapkan dengan bertumbuhnya industri manufaktur lebih banyak lapangan kerja terbuka dan ekonomi nasional kembali bertumbuh.

Fajriyah menjelaskan, hingga September 2020, Pertamina telah membangun 576 outlet Pertashop dengan 71 persen TKDN di seluruh Indonesia.

“Pertamina perlu lebih banyak lagi menggandeng industri manufaktur dalam negeri untuk bersama-sama menyukseskan program Pertashop. Tujuannya, agar pembangunan Pertashop sesuai target,” kata Fajriyah.

Pertashop, lanjut Fajriyah, harapannya akan menjadi pusat bisnis energi desa sehingga menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru yang akan menyerap tenaga kerja dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

“Bagi Pertamina, Pertashop bagian dari komitmen Pertamina menjalankan amanah dalam pengelolaan energi nasional yang mengutamakan availability, accessibility, acceptability, affordability, dan sustainability,” imbuhnya.