Advertorial

Sabet Rekor MURI, Menteri BUMN Apresiasi Pertamina SMEXPO 2020

Kompas.com - 12/09/2020, 14:21 WIB

KOMPAS.com – Pertamina berhasil meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Expo Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan produk terbanyak.

Keberhasilan tersebut diperoleh melalui acara Pertamina SMEXPO 2020 yang dilaksanakan secara virtual dan berhasil berhasil menggaet 32.741 pengunjung.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi Pertamina SMEXPO karena UMKM merupakan bagian penting perekonomian nasional.

Menteri BUMN mengatakan UMKM harus dibantu dan didukung penuh agar tetap survive dan bangkit.

“Acara ini memberikan motivasi kepada mereka untuk tetap optimis agar bertahan dalam kondisi apapun,” kata Erick dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (12/9/2020).

Dari sini, lanjut Erick, UMKM juga belajar agar bisa adaptasi dan menyesuaikan pola bisnis di era new normal.

Sementara itu, pendiri MURI Jaya Suprana mengatakan, gelaran Pertamina SMEXPO 2020 menunjukkan perhatian besar Pertamina terhadap UMKM di Indonesia. Pihaknya mengapresiasi atas upaya Pertamina menampilkan lebih dari 1.700 produk UMKM.

Menurut Jaya Suprana, Pertamina SMEXPO 2020 mengagumkan sekaligus menunjukkan perhatian Pertamina kepada UMKM.

“Maka dengan bangga kami membacakan piagam penghargaan MURI menganugerahkan Expo UMKM secara Daring dengan Produk Terbanyak dianugerahkan kepada PT Pertamina (Persero),” ujarnya.

Seperti diketahui, Pertamina SMEXPO 2020 digelar selama tiga hari pada 9-11 September 2020. Acara ini menghadirkan 1.780 produk UMKM dari 100 mitra binaan Pertamina yang terpilih.

Produk yang ditampilkan sangat beragam. Mulai dari fashion, kuliner, agrobisnis hingga kerajinan tangan. Bukan sekadar pameran, acara ini juga dilengkapi coaching clinic, business forum, fashion show, games hingga artist performance yang dilaksanakan secara virtual.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai perlunya dukungan bersama bagi pelaku UMKM di Tanah Air agar bisa adaptasi dan menyesuaikan pola bisnis di era new normal.(Dok. Pertamina) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai perlunya dukungan bersama bagi pelaku UMKM di Tanah Air agar bisa adaptasi dan menyesuaikan pola bisnis di era new normal.

Corporate Secretary Pertamina Tajudin Noor mengatakan, Pertamina SMEXPO 2020 merupakan upaya Pertamina untuk terus membina UMKM Indonesia.

“Ini bentuk ikhtiar kami untuk mendukung dan membina UMKM agar mandiri. Kami telah membina lebih dari 63.000 usaha kecil melalui program kemitraan dengan nilai total lebih dari Rp 3,5 triliun,” terangnya.

Pada masa pandemi ini, lanjut Tajudin, Pertamina terus meningkatkan peran untuk bisa bertahan sekaligus tumbuh dan menyerap tenaga kerja.

Sebagai kelanjutan dari acara tersebut, masyarakat tetap dapat berbelanja produk mitra binaan Pertamina melalui web www.pertaminasmexpo.com.

Selain itu, secara berkelanjutan Pertamina juga mengajak pelaku UMKM di seluruh Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan dan kapasitas bisnisnya untuk menjadi mitra binaan Pertamina.

Untuk mengetahui informasinya, dapat klik https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan dan ikuti prosedurnya. Dengan menjadi mitra binaan, banyak peluang yang bisa didapatkan, sehingga nantinya menjadi pelaku UMKM yang tangguh dan mandiri.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau