Advertorial

Tingkatkan Layanan Digital, HSBC Indonesia Bantu Pertumbuhan Bisnis Nasabah Korporasi

Kompas.com - 14/09/2020, 21:13 WIB
Logo HSBC (Dok. HSBC Indonesia) Logo HSBC (Dok. HSBC Indonesia)

KOMPAS.com – Memasuki era disrupsi teknologi, semua sektor industri, tidak terkecuali indsutri perbankan, melakukan transformasi digital. 

Catatan Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada April 2020, saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, volume transaksi digital perbankan meningkat signifikan sebanyak 37,5 persen. Transaksi uang elektronik mengalami kenaikan hingga 64,5 persen.  

Hal ini karena masyarakat didorong untuk melakukan kegiatan transaksi secara cashless agar menghindari kontak langsung antara penjual dan pembeli.  

Survei terbaru HSBC Navigator: Building Back Better juga menunjukkan 64 persen pelaku bisnis di Indonesia sangat setuju dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan. 

Melihat fenomena tersebut, HSBC melakukan penyempurnaan layanan digitalnya agar dapat memberikan kenyamanan bertransaksi kepada para nasabah korporasi. Terutama, di sisi pengelolaan cash management yang meliputi Digital Account Receivables Tools (DART), Receivables Management System (RMS), dan Omni Collect. 

Fasilitas lain yang memberi kemudahan juga ditawarkan, seperti soft token (token berbentuk software), dan HSBCnet untuk aplikasi smartphone

Head of Global Liquidity and Cash Management (GLCM) PT Bank HSBC Indonesia Herani Hermawan mengatakan, peningkatan dalam penggunaan perbankan digital merupakan indikasi pemanfaatan teknologi sudah menjadi kebutuhan nasabah korporasi. 

Terlebih di saat pandemi, beberapa nasabah yang konservatif mulai ikut beradaptasi dengan sistem perbankan digital. 

“Sebagai contoh, rekonsiliasi piutang dengan faktur yang diajukan sehingga dapat berjumlah ribuan sangatlah rumit dan memakan waktu. Rekonsiliasi faktur yang tepat waktu berdampak langsung pada modal kerja pemasok. Penting bagi nasabah korporasi untuk dapat menyederhanakan dan mempermudah aktivitas ini,” ujar Herani dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (1/9/2020).  

Masih menurut Herani, keseluruhan sistem digitalisasi perbankan bisa membantu nasabah untuk mengalihkan proses manual menjadi elektronik.  

Tidak hanya mengenai faktur, layanan digital yang diperkenalkan juga meliputi beberapa kemudahan tambahan seperti Liquidity Management Dashboard (LMD) yang tersedia melalui Internet Banking HSBCnet.  

Akses HSBCnet juga dibuat makin simpel dan mudah dengan soft token terbaru tanpa alat tambahan. Soft token tersebut tersedia dalam aplikasi mobile di smartphone sehingga nasabah tak perlu membawa banyak perangkat.   

Selain itu, HSBC juga sudah menyediakan aplikasi HSBCnet untuk smartphone Android dan iOS. Dengan demikian, nasabah korporasi bisa lebih mudah mengelola keuangan lewat internet banking di smartphone tanpa perlu mengakses melalui laptop maupun desktop

“Ini adalah bukti bahwa kami bertumbuh dari keinginan kami memberikan layanan nasabah yang sesuai dengan kebutuhan. Kami senantiasa berinvestasi dalam teknologi digital untuk menyederhanakan proses dan perbankan bagi mereka, terutama selama masa-masa sulit, saat teknologi dan digitalisasi memainkan peran lebih penting dari sebelumnya,” ujar Herani. 

Kehadiran beberapa fitur digital baru di layanan perbankan digital HSBC, selain memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih baik bagi nasabah, juga membantu pertumbuhan bisnis, mengurangi biaya operasional, dan mempercepat pengelolaan arus kas sehingga bisa menghindari faktor kesalahan manual.