Advertorial

Pupuk Indonesia Percepat Implementasi AKHLAK

Kompas.com - 15/09/2020, 19:36 WIB
Lingkungan kerja PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), Palembang (Dok. PT Pupuk Indonesia) Lingkungan kerja PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), Palembang (Dok. PT Pupuk Indonesia)

KOMPAS.com -  PT Pupuk Indonesia berkomitmen untuk mempercepat implementasi core value AKHLAK di seluruh lingkungan korporasi.  

AKHLAK sendiri merupakan akronim dari amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Core value tersebut diinisiasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Senin (20/7/2020) yang kemudian  diikuti oleh Surat Edaran Kementerian BUMN Nomor 07 tentang Nilai-nilai Utama Sumber Daya Manusia BUMN.

Adapun isi dari aturan itu menegaskan bahwa setiap sumber daya manusia (SDM) di BUMN wajib mengetahui, mengimplementasikan, dan menginternalisasi core value AKHLAK secara sungguh-sungguh, konsisten, serta konsekuen. Tujuannya adalah untuk melahirkan perilaku keseharian dan membentuk budaya kerja yang selaras dengan core value tersebut. 

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman mengatakan, saat ini Pupuk Indonesia bersama 10 anak perusahaan tengah dalam proses mengakselerasi implementasi dan internalisasi core value AKHLAK.

"Bagi Pupuk Indonesia, penerapan nilai AKHLAK tentunya bukan hanya sekedar menghafal akronim semata atau sekedar slogan saja. Namun juga berkomitmen untuk mensukseskan nilai-nilai AKHLAK ini sebagai pedoman dan fondasi perilaku karyawan dan perusahaan sehingga kita bisa sama-sama membawa pribadi kita maupun perusahaan menjadi jauh lebih baik lagi," kata Bakir. 

Ia kembali mengatakan, bagi Pupuk Indonesia, nilai-nilai AKHLAK sangat sesuai dengan perkembangan dan dinamika dunia usaha saat ini. Selain itu, sejalan dengan tugas dan fungsi BUMN yang dituntut untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi serta akselerator kesejahteraan masyarakat.

"Oleh karenanya, usai sosialisasi ini, Pupuk Indonesia  akan segera mengakselerasi implementasi core value AKHLAK kepada seluruh insan karyawan dalam menjalankan setiap kegiatan bisnis perusahaan," ungkap Bakir.  

Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Alex Denni menambahkan bahwa BUMN harus terus meningkatkan daya saing globalnya.

Menurutnya, hal itu mustahil dilakukan apabila setiap BUMN berdiri dengan core values masing masing. Oleh karena itu, AKHLAK dibentuk guna menyinergikan nilai-nilai yang ada di BUMN dan mempercepat transformasi BUMN. 

"Kalau insan BUMN bekerja dengan akhlak, tentu akan memberikan image yang baik bagi perusahaan," ucap Alex.

Terlebih, lanjut Alex, saat ini dunia berada di era yang disruptif dan tengah mencari keseimbangan baru melalui teknologi. Hanya perusahaan yang memiliki sistem budaya kerja adaptif pada disrupsi yang dapat bertahan. 

“Untuk menghadapi itu, penting bagi BUMN agar segera menjalankan transformasi. Kami di Kedeputian Human Capital memiliki tugas untuk mempercepat transformasi Human Capital BUMN, dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing BUMN menjadi pemain global dan menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta," katanya.