Advertorial

Investasi Emas di Tengah Pandemi? Boleh Saja, Asalkan...

Kompas.com - 18/09/2020, 19:02 WIB
Ilustrasi investasi emas di tengah pandemi. (DOK. SHUTTERSTOCK) Ilustrasi investasi emas di tengah pandemi. (DOK. SHUTTERSTOCK)

KOMPAS.com – Selama pandemi Covid-19, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang kerap diperbincangkan. Bagaimana tidak, harganya terus melesat mulai dari awal Maret 2020 hingga saat ini.

Mengutip situs Logam Mulia, harga jual pecahan 1 gram emas Antam pada Rabu (16/9/2020) berada di angka Rp 1.030.000. Sementara itu, harga beli emas kembali (buyback) Antam pada hari yang sama berada di angka Rp 932.000 per gram.

Padahal, pada Minggu (8/3/2020), harga jual emas Antam masih berada di angka Rp 842.000 per gram dengan harga beli (buyback) di angka Rp 765.000 per gram.

Meskipun nilainya terus tumbuh dalam waktu relatif singkat, emas dinilai menjadi instrumen investasi yang aman. Salah satu faktornya adalah harga yang stabil dan risiko yang tergolong lebih kecil bila dibandingkan instrumen investasi lain, seperti saham.

Meski demikian, berinvestasi emas di masa pandemi tetap ada strateginya. Agar tak salah langkah, simak ulasan berikut.

1. Melindungi nilai aset untuk jangka waktu pendek

Saat ini, harga emas masih fluktuatif dan tidak bisa diprediksi sampai persebaran virus corona mereda. Namun, investasi emas pada situasi saat ini tepat bila tujuannya untuk melindungi nilai kekayaan.

Biasanya, setelah situasi membaik, investor akan memindahkan kembali uang mereka ke aset lainnya. Jadi, ini seperti money movement. Investor pun harus jeli melihat situasi pasar agar tak merugi.

2. Pikirkan cara menyimpan emas

Selanjutnya, hal yang perlu dipikirkan juga adalah penyimpanannya. Jika emas berbentuk fisik logam mulia, cara paling aman untuk menyimpannya adalah dengan menggunakan deposit box pada bank.

Namun, kamu perlu biaya untuk itu. Jadi, perhatikan pula hal ini.

3. Pilihan investasi emas digital

Investasi emas tak selamanya dalam bentuk fisik. Kini, ada pula jenis investasi emas digital. Seperti diinformasikan Kompas.com, Kamis (30/4/2020), investasi emas digital lebih menguntungkan karena margin antara harga beli dan jual tipis.

Emas  jenis ini juga tidak membutuhkan tempat penyimpanan khusus sehingga lebih aman.

Salah satu kiat aman berinvestasi emas digital adalah memperhatikan kredibilitas penyedia layanan tersebut. Pastikan penyedia layanan adalah perusahaan resmi dan memenuhi regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun salah satu tempat yang aman dan resmi untuk investasi emas adalah Tokopedia. Di Tokopedia, kamu bisa nabung emas mulai dari Rp 5.000 tanpa biaya administrasi. Selain itu, terdapat pula informasi grafik harga emas yang diperbaharui setiap harinya.

Dengan strategi-strategi tadi, kamu bisa merasa lebih tenang dan nyaman saat berinvestasi emas di tengah pandemi.