Advertorial

Pertamina Raih Penghargaan Indonesia CSR-PKBL Award 2020

Kompas.com - 26/09/2020, 20:45 WIB
Pertamina berhasil meraih penghargaan di ajang Indonesia CSR-PKBL Award 2020 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (23/9/2020) (Dok. Pertamina) Pertamina berhasil meraih penghargaan di ajang Indonesia CSR-PKBL Award 2020 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (23/9/2020)

KOMPAS.com - Pertamina berhasil meraih penghargaan Best Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) pada kategori Mining and Quarrying with Outstanding Program in Quality Education and Training pada ajang Indonesia CSR-PKBL Award 2020. Ajang penghargaan ini diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang memiliki kinerja tanggung jawab sosial yang baik dengan mengaplikasikan praktik triple bottom line.

Penyerahan penghargaan dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom oleh CEO Warta Ekonomi Muhammad Ihsan kepada VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara serta Presiden Komisaris dan Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad.

Pada sambutannya, Mensos mengatakan, keberadaan PKBL sebagai tanggung jawab sosial Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan sekadar wajib dilakukan, tetapi juga harus memberikan dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

“Selamat dan sukses kepada para pemenang. Semoga dengan apresiasi ini, para pelaku usaha bisa saling mengingatkan dan memperjuangkan untuk menyelaraskan antara keuntungan, hubungan sosial masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Juliari dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/9/2020).

Juliari menambahkan, program corporate social responsibility (CSR) dan PKBL yang ada sejatinya dapat disinergikan dengan program pemerintah, khususnya program-program pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan.

“Pemerintah dengan senang hati dan antusias untuk melakukan diskusi bersama serta melakukan sinergi dan kolaborasi CSR,” imbuhnya.

Sementara itu, Arya Dwi Paramita mengatakan, Pertamina selalu berpedoman pada ISO 26000 dengan memperhatikan aspek inklusif dan kolaboratif dalam menjalankan program tanggung jawab sosial serta lingkungan.

Hal tersebut bertujuan untuk mencapai target kemandirian masyarakat dan mendukung pemerintah dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs).

“Dalam menjalankan program CSR ini, Pertamina menerapkan empat pilar strategis, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi," kata Arya.

Arya menambahkan, Pertamina memiliki berbagai program pendidikan yang difokuskan di wilayah-wilayah terpencil, seperti di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Misal sajam program Sekolah Tapal Batas di Pulau Sebatik dan program Melek Baca Tulis untuk warga suku Anak Dalam di Jambi.

“Saat ini Pertamina juga sedang menjalankan program Kampuspreneur yang mengajak kalangan universitas untuk bisa menjadi entrepreneur muda sehingga bisa bersama-sama bangkit dari pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Pertamina, lanjut Arya, terus menjalankan program CSR dan PKBL di berbagai wilayah dalam rangka pencapaian target SDGs. Hal ini dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif serta memberikan kesempatan belajar yang sama, termasuk bagi anak-anak disabilitas dan anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).