Advertorial

Lewat Kampuspreneur, Pertamina Bangkitkan Semangat Mahasiswa Riau Kembangkan UMKM

Kompas.com - 28/09/2020, 15:58 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menaruh perhatian khusus terhadap kegiatan usaha dari kalangan mahasiswa di Riau. Sebab, provinsi ini merupakan salah satu wilayah operasional Pertamina yang memiliki potensi pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang besar.

Hal tersebut diwujudkan Pertamina lewat program “Kampuspreneur”. Melalui program ini, Pertamina ingin menggairahkan semangat dan minat para mahasiswa di Riau untuk mengembangkan usaha agar nantinya bisa mandiri dan menjadi motor penggerak ekonomi.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 terdapat 2,9 juta lapangan pekerjaan. Namun, lapangan kerja tersebut diperebutkan oleh 133 juta tenaga kerja.

“Tak heran jika pada 2019 terdapat 6,24 persen pengangguran berpendidikan sarjana berdasarkan data BPS,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (28/9/2020).

Pandemi Covid-19, lanjut Fajriyah, turut meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan di Riau. Maka dari itu, Pertamina berupaya menggairahkan UMKM di kalangan generasi muda untuk menekan angka tersebut.

“Kami ingin mahasiswa sebagai generasi muda di Riau mulai berwirausaha agar mandiri dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Karena kita tahu, UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi suatu daerah, bahkan negara,” katanya.

Fajriyah menambahkan, pelaksanaan program Kampuspreneur di Riau bekerja sama dengan Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru.

Program tersebut diawali dengan workshop kewirausahaan bagi mahasiswa UIR pada Kamis (14/7/2020). Lewat acara ini, Pertamina membekali para mahasiswa dengan motivasi berwirausaha, soft skill, serta ilmu manajemen bisnis.

“Peserta yang ikut program ini kita tantang untuk menyusun proposal bisnis wirausaha. Proposal bisnis terbaik mendapat bantuan modal dari dana corporate social responsibility (CSR) Pertamina untuk diwujudkan menjadi usaha. Proposal bisnis terpilih juga akan didampingi mentor saat realisasinya,” terang Fajriyah.

Kampus UIR, lanjut Fajriyah, memiliki 27 ribu mahasiswa aktif dari 42 program studi yang ada. Hal ini merupakan potensi kewirausahaan yang luar biasa.

“Bayangkan, berapa banyak ide-ide usaha yang segar dari para mahasiswa UIR ini. Maka dari itu, semangat usaha para mahasiswa ini wajib untuk digairahkan,” imbuhnya.

Kampuspreneur di Riau berhasil mengumpulkan 150 pendaftar dengan 86 proposal. Setelah itu, proposal yang masuk diseleksi oleh lima juri dari Kampus UIR, praktisi eksternal, dan perwakilan Pertamina.

Para juri telah menetapkan 20 mahasiswa-mahasiswi dengan proposal wirausaha terbaik. Bahkan, sebagian proposal telah menjadi usaha yang telah berjalan.

Pengumuman 20 proposal terbaik dilaksanakan secara daring pada Kamis (24/09/2020). Pengumuman ini dihadiri oleh Rektor UIR Syafrinaldi, Wakil Rektor III UIR Rosyadi, dan VP CSR SMEPP Pertamina Arya Dwi Paramita.

“Dari rapat pleno yang sudah dilakukan, telah disepakati 20 proposal terbaik yang mendapat bantuan modal dan mentoring dengan total bantuan Rp 200 juta. Mahasiswa UIR yang mengikuti program ini bisa bersiap untuk mengembangkan usahanya,” lanjut Fajriyah.

Menurut Fajriyah, Pertamina tidak hanya fokus pada operasional perusahaan dan persiapan alih kelola Blok Rokan saja.

“Kami juga memperhatikan aspek sosial ekonomi seluruh lapisan masyarakat, termasuk meningkatkan kualitas generasi muda Riau,” jelasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau