Advertorial

Masker Scuba Tak Efektif Tangkal Virus, Anda Bisa Gunakan Dua Jenis Masker Ini

Kompas.com - 29/09/2020, 15:26 WIB
Ilustrasi menggunakan masker. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi menggunakan masker.

KOMPAS.com – Saat ini, setiap orang diwajibkan untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah tertular virus dari orang lain atau sebaliknya.

Salah satu masker yang belakangan menjadi pilihan banyak orang adalah masker scuba. Masker ini memang nyaman digunakan.

Namun, karena kain scuba yang digunakan sebagai bahan mudah merenggang, masker ini kurang efektif dalam menahan droplet yang menjadi sumber penularan virus corona.

Selain itu, masker berbahan scuba pun biasanya hanya terdiri dari satu lapisan sehingga tidak maksimal mencegah droplet yang mungkin keluar saat seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Begitu juga sebaliknya, tidak dapat mencegah droplet dari orang di sekitar terhirup ke dalam saluran pernapasan.

Lalu, sebaiknya masyarakat menggunakan masker nonmedis seperti apa?

Untuk menyetarakan standar masker nonmedis, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun mengambil langkah dengan merumuskan Rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) masker berbahan kain.

Adanya SNI ini menjadi pedoman bagi industri dalam memproduksi masker nonmedis yang aman dan mampu melindungi masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam SNI 8914:2020 tersebut, masker kain diklasifikasikan dalam tiga tipe. Tipe A untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel.

Nantinya, ketiga tipe masker SNI dapat mencantumkan jenis uji yang disyaratkan untuk mengukur mutu masker dari kain untuk penggunaan khusus, terdiri dari uji efisiensi filtrasi bakteri, tekanan diferensial, serta efisiensi filtrasi partikulat.

Uji coba dilakukan juga untuk ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan basa, serta saliva.

Masker nonmedis yang dapat dikatakan memenuhi SNI adalah masker yang memiliki minimal dua lapis kain. Masker bisa terbuat dari bahan katun ditambah dua lapisan kain chiffon mengandung polyester-spandex yang mampu menyaring 80-99 persen partikel, tergantung pada ukuran partikelnya.

Namun, ketika sedang sakit, sebaiknya Anda mengganti penggunaan masker kain dengan masker 3 ply yang biasa digunakan tenaga medis di rumah sakit. Masker ini memiliki lapisan filter densitas tinggi dan lapisan dalam yang menempel langsung ke kulit mampu menyerap cairan berukuran besar.

Hal tersebut membuat masker ini efektif untuk menyaring droplet yang keluar dari pemakai ketika batuk atau bersin.

Sekarang, saatnya Anda menentukan ingin menggunakan masker jenis apa untuk melindungi diri dari penularan virus.

Nah, supaya makin aman, urusan membeli masker bisa dilakukan via online melalui Tokopedia. Tokopedia menyediakan berbagai jenis masker yang dapat Anda pilih.

Berbagai toko dari seluruh Indonesia bisa Anda temukan di Tokopedia. Selain itu, Tokopedia juga selalu menyediakan berbagai promo, seperti gratis ongkos kirim, cashback, dan juga berbagai diskon.

Cek juga #BanggaBuatanIndonesia di Tokopedia! Beli produk lokal dan raih Bebas Ongkir Tokopedia. Yuk sebarkan semangat Indonesia!

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.