Advertorial

Busan, Daegu, dan Chungcheongbuk, Pesona Autentik Korea Selatan

Kompas.com - 30/09/2020, 21:55 WIB
Pemandangan Korea Selatan pada malam hari (Dok. iStock/DeanPavonePhoto) Pemandangan Korea Selatan pada malam hari (Dok. iStock/DeanPavonePhoto)

KOMPAS.com – Pamor Korea Selatan kian menguat seiring berkembangnya industri hiburan negara tersebut. Gambaran dalam film atau drama mendorong banyak orang dari berbagai belahan dunia ingin menjejakkan kaki untuk menikmati pesona Negeri Ginseng.

Sayangnya, dari sekian banyak destinasi di sana, Seoul dan Pulau Jeju kerap jadi pilihan utama wisatawan saat berkunjung ke Korea Selatan. Padahal, negara ini memiliki tempat-tempat lain yang tak kalah menarik untuk disambangi. Beberapa di antaranya adalah Busan, Daegu, dan Chungcheongbuk-do yang merupakan destinasi Glocal.

Glocal sendiri merupakan akronim dari kata global dan local. Istilah ini merujuk pada upaya sebuah negara dalam memperkenalkan lebih jauh keragaman budaya yang dimiliki ke mata dunia dengan tetap mempertahankan karakteristik aslinya.

Wisata glocal akan memberikan pengalaman liburan yang berbeda. Khusus di Busan, Daegu, dan Chungcheongbuk-do, kamu akan menemukan pesona Korea yang lebih autentik.

Penasaran ada apa saja di masing-masing tempat tersebut? Berikut ulasannya.  

Lanskap Pantai Haeundae yang berada di Kota Busan (Dok. Korea Tourism Organization) Lanskap Pantai Haeundae yang berada di Kota Busan (Dok. Korea Tourism Organization)

Busan

Busan merupakan city bay alias kota pelabuhan terbesar di Korea Selatan yang menghubungkan Benua Eurasia ke Samudra Pasifik.

Bak kota metropolitan pada umumnya, Busan dijejali gedung pencakar langit dan berbagai pilihan tempat hiburan malam yang buka hingga dini hari.

Saat malam hari, kilau cahaya lampu dari bangunan-bangunan tersebut menjadikan Busan tampak begitu cantik. Panorama ini tentu sangat sayang jika dilewatkan.

Bagi moviegoers atau pegiat film, Oktober jadi momen terbaik untuk berkunjung ke Busan. Pasalnya, pada bulan tersebut ada gelaran Busan International Film Festival (BIFF).

BIFF merupakan salah satu festival film tahunan penting di Asia yang diadakan untuk mempromosikan sekaligus mendukung bakat sineas-sineas baru di kawasan tersebut. Acara yang digelar secara terbuka ini pun tak pernah sepi pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sebagai kota pelabuhan, Busan memiliki pantai indah berlatar city view yang begitu terkenal di Korea Selatan, yaitu Pantai Haeundae.

Tak hanya menawarkan pemandangan hamparan pasir putih dan birunya air laut, obyek wisata ini juga kerap menyuguhkan kegembiraan lewat penyelenggaraan acara.

Sebelum pandemi, pantai tersebut selalu menjadi lokasi penyelenggaraan beberapa acara, seperti Festival Renang Beruang Kutub yang digelar setiap Januari dan Festival Pasir yang diadakan tiap Juni.

Selain itu, ada pula The Bay 101, yaitu klub kapal pesiar yang cukup populer di Korea Selatan karena fasilitas marine kelas wahidnya. Menghabiskan semalam di sini saat berlibur ke Busan akan memberikan pengalaman tersendiri.  

Nah, di ujung Pantai Haeundae, kamu akan menemukan Pulau Dongbaekseom yang tersohor akan keindahan dan kesejukan alamnya karena dipenuhi pohon pinus dan bunga camellia.

Ingin lebih dekat dengan kebudayaan asli Busan? Coba saja blusukan ke Desa Budaya Gamcheon. Kawasan yang terletak di wilayah pesisir Busan ini disebut sebagai Machu Picchu-nya Busan.

Dari jauh, Desa Budaya Gamcheon terlihat begitu estetik karena rumah-rumah yang sengaja dicat warna-warni dan topografi yang berundak. Desa ini juga dihiasi dengan karya-karya dari seniman lokal.

Kearifan lokal kota Busan juga bisa kamu temukan dengan mampir ke sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Jagalchi, Pasar Gukje, dan Pasar Bupyeong Kkangtong. Jangan lupa, cicipi penganan khas daerah tersebut ya. Contohnya, Naengchae Jokbal, Dwaejigukbap, dan Ssiat Hotteok.

Korea Selatan terkenal sebagai salah satu destinasi wisata medis di dunia. Khusus di Busan, klinik-klinik dermatologi bisa kamu temukan di Seomyeon Medical Street.  

Pemandangan Kota Daegu (Dok. Korea Tourism Organization) Pemandangan Kota Daegu (Dok. Korea Tourism Organization)

Daegu

Jika tujuan berlibur kamu ke Korea Selatan lebih dari sekadar menikmati keindahan alam, berkunjung ke Kota Daegu adalah pilihan tepat. Di sana, kamu juga bisa mencicipi kuliner khas lokal dan mengoleksi seni kerajinan setempat.

Daegu merupakan kota metropolitan terbesar keempat di Korea Selatan. Kota ini terletak di kawasan pegunungan Yeongnam.

Di kota ini, kamu bisa memanjakan perut dengan suguhan hidangan khas setempat, seperti jjim galbi, yaki-udong, dan napjak mandu di Pasar Daegu Seomun. Sebagai informasi, pasar ini merupakan pasar malam terbesar di Korea Selatan.

Untuk kerajinan fashion, sempatkan diri untuk menyambangi ruas Jalan Dongseongno esok harinya. Di lokasi ini ada banyak toko yang menjual beragam koleksi busana dengan harga terjangkau.

Setelah puas berbelanja, tak ada salahnya mampir sejenak ke Jalan Kim Kwangseok-gil yang tak jauh dari Jalan Dongseongno. Di jalan sepanjang 350 meter ini, terdapat karya seni mural dan patung yang menggambarkan kehidupan penyanyi folk-rock era 1980-an, Kim Kwang-seok.

Sekitar 22 kilometer dari arah timur laut Daegu, tepatnya di area Pasar Pyeonghwa, kamu akan menemukan Kuil Donghwasa. Tempat ibadah yang dahulunya bernama Kuil Yugasa ini dibangun pertama kali oleh Biksu Geukdal pada tahun ke-15 pemerintahan Raja Soji pada 493 Masehi.

Area penting Kuil Donghwasa terdapat di bagian depan dan samping. Pilar-pilar kuil yang masih tampak alami menjadi daya tarik utama obyek wisata ini.

Menyusuri area dalam kuil, kamu akan melihat patung buddah Seokgamonibul, Amitabul, dan Yaksayeoraebul. Jika menuruni tangga batu di samping Bongseoru dan berjalan di sepanjang jalan semen, kamu bakal menemukan patung Seokjoyaksa Yeoraebul setinggi 17 meter.

Patung yang dikelilingi menara batu, lampu, patung singa, dan bunga lotus tersebut dibuat sebagai area berdoa. Di belakang patung Seokjoyaksa Yeoraebul, terdapat bebatuan menyerupai gulungan lukisan. Ini merupakan artefak batu berukuran kelas dunia.

Seperti diketahui, Korea Selatan terkenal dengan julukan Negeri Ginseng. Ginseng sendiri merupakan tanaman obat herbal yang digunakan di hampir seluruh dunia.

Selain ginseng, Korea Selatan juga masih punya beragam jenis obat herbal lain. Informasi tentang tanaman-tanaman ini bisa ditemukan di Museum Pengobatan Tradisional Daegu Yangnyeongsi.

Tak hanya menemukan fakta dan sejarah perkembangan pengobatan oriental Korea Selatan, di museum itu juga terdapat toko yang menjual berbagai macam produk herbal khas negara tersebut.

Panorama kota tepi pantai Tongyeong (Dok. Korea Tourism Organization) Panorama kota tepi pantai Tongyeong (Dok. Korea Tourism Organization)

Gyeongsangnam-do

Bosan dengan ingar bingar perkotaan? Berkunjunglah ke Gyeongsangnam-do yang berada di selatan Negeri Ginseng. Provinsi dengan ibu kota Changwon ini memiliki tempat-tempat menarik bernuansa alam dan tradisional yang belum banyak dieksplorasi.

Misalnya saja, Tongyeong. Banyak hal yang bisa kamu lakukan saat berlibur ke kota tepi pantai ini. Kamu dapat menyaksikan beragam karya seni mural di Desa Dongpirang.

Sebagai informasi, desa tersebut dulunya hampir dihancurkan karena kondisinya yang kumuh dan tak sedap dipandang mata. Namun, penduduk setempat menolak.

Dengan bantuan relawan dari kalangan seniman amatir, mereka mempercantik Desa Dongpirang dengan berbagai hiasan mural. Berkat perubahan inilah, kini kawasan tersebut mendapat julukan sebagai Desa Mural.

Ingin memperkaya wawasan seni lebih jauh? Datanglah ke Jeon Hyuck Lim Hall Museum of Art yang berada di daerah Bongpyeong-dong.

Museum tersebut dulunya adalah lokasi rumah pribadi dari pelukis Jeon Hyuck-lim. Namun, akhirnya sang pemilik membuka tempat ini sebagai ruang kreatif yang bisa diakses oleh masyarakat umum pada Mei 2003.

Semua dinding luar Jeon Hyuck Lim Hall Museum of Art dilapisi ubin keramik berhiaskan lukisan Jeon Hyuck-lim sendiri dan sang putra, Yeonggeun.

Setelah puas menikmati karya seni di museum tersebut, sempatkan diri untuk menjajal kereta gantung Hallyeosudo yang berada dekat puncak gunung Mireuk-san.

Meski harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mencapai lokasi tersebut, kamu tak akan menyesal memasukkan wahana kereta gantung itu ke dalam itinerari saat berlibur ke Gyeongsangnam-do.

Dengan jalur 1.975 meter, gondola Hallyeosudo akan membawa kamu untuk menyaksikan keindahan alam dari Gunung Mireuksan dan Taman Nasional Maritim Hallyeo beserta pulau-pulau kecil sekitar. Bahkan, jika cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat negara tetangga Korea Selatan, yaitu Jepang dari kejauhan.

Selain Tongyeong, Gyeongsangnam-do masih punya destinasi menarik lain, yaitu Pulau Geoje. Saking indahnya pemandangan di sini, pulau terbesar kedua setelah Pulau Jeju ini sering digunakan sebagai tempat syuting sejumlah drama hits Korea Selatan. Salah satunya, Winter Sonata.

Ada beberapa obyek yang mesti kamu sambangi saat menginjakkan kaki di Pulau Geoje, di antaranya bukit kincir angin Windy Hills, taman botani laut Oedo-Botania, serta tebing sekaligus observatorium Sineondae.

Untuk urusan kuliner, karena berada di dekat pantai, kebanyakan restoran di Tongyeong dan Geoje menyajikan hidangan berbahan dasar hasil laut.

Adapun kuliner khas yang mesti kamu coba saat liburan ke sana adalah chungmu gimbab, mulhoe, dan ggul bbang.

Nah, itu dia tiga destinasi wisata autentik khas Negeri Ginseng. Meski berlibur ke luar negeri tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat, tak ada salahnya kamu simpan dulu ketiga kota di atas di bucket list liburan kamu.